SHARE
CARAPANDANG.COM - Dilansir klikdokter. Kerusakan otak kerap dilihat sebagai sesuatu yang bisa terjadi karena penyakit atau cedera ekstrem. Hal itu memang benar adanya, terlebih seperti yang dijelaskan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti terkait profesi atlet.

“Tahun 2015 silam, para mantan pemain football di Amerika mengajukan tuntutan pada National Footbal League (NFL) terkait Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE). Untuk mudahnya, hal itu dapat disebut sebagai cedera kepala berulang,” ujar dr. Astrid.

Betapa kerusakan otak menjadi fokus utama yang sering dituntut oleh atlet karena asosiasi olahraga mereka enggan bertanggung jawab saat sang atlet sudah pensiun. Dapat disimpulkan bahwa kerusakaan otak begitu menakutkan efeknya.

Namun tak sampai situ, kerusakan otak bahkan sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan buruk sehari-hari. Apa sajakah faktor yang dapat menimbulkan kerusakan otak? Dilansir dari WebMD, berikut adalah kebiasaan yang dapat menyebabkan kerusakan otak:

Kurang tidur

Kurang tidur dapat memengaruhi struktur otak Anda. Sebab aktivitas tersebut memainkan peran yang besar pada terjadinya demensia, termasuk penyakit Alzheimer.

Terlalu sering menyendiri

Manusia adalah makhluk sosial, yang seharusnya terhubung untuk melakukan kontak satu sama lain. Ini bukan soal seberapa banyak teman Anda di media sosial, melainkan sebuah hubungan yang nyata. Meski hanya satu atau dua orang, fakta menyebutkan bahwa memiliki suatu hubungan secara nyata membuat hati lebih bahagia dan memicu produktivitas diri.

Penelitian menyebutkan, mereka yang dapat membagi waktu untuk diri sendiri maupun orang lain untuk bersosialisasi cenderung tidak mengalami penurunan fungsi otak. Mereka yang demikian juga memiliki risiko Alzheimer yang lebih rendah.

Sering konsumsi makanan cepat saji

Pada orang yang terbiasa makan hamburger, kentang goreng, keripik kentang, dan minuman ringan (soft drink), bagian otak yang terkait dengan belajar, memori, dan kesehatan mental, berukuran lebih kecil.

Memakai headphone dengan volume terlalu besar

Dengan memasang volume yang terlalu besar saat memakai headphone, Anda dapat merusak pendengaran secara permanen hanya dalam 30 menit. Tak hanya perkara telinga, kehilangan pendengaran pada orang dewasa juga dikaitkan pada masalah otak, seperti Alzheimer dan rusaknya jaringan otak tertentu. Kondisi itu bisa terjadi karena otak harus bekerja sangat keras untuk memahami sesuatu yang Anda dengarkan.

Malas bergerak

Semakin lama Anda menghabiskan hari tanpa olahraga, semakin besar pula kemungkinan terjadinya demensia. Di samping itu, kebiasaan malas bergerak juga bisa membuat Anda berisiko lebih tinggi untuk mengalami diabetes mellitus, penyakit jantung, tekanan darah tinggi atau hipertensi. Semua kondisi tersebut berhubungan erat dengan penyakit Alzheimer.

Apakah Anda menyangka bahwa kerusakan otak juga bisa terjadi akibat kebiasaan-kebiasaan di atas? Jika sekarang Anda sudah memahaminya, sebaiknya hindari melakukan segala perilaku yang dapat menyebabkan masalah pada fungsi otak. Anda tak ingin mengalami demensia, Alzheimer, dan penyakit akibat kerusakan otak lainnya, bukan?

SHARE