SHARE
CARAPANDANG.COM - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon semakin hari semakin tidak habis pikir dengan kebijakan pemerintah. Pasalnya, saat rupiah sangat lemah seperti sekarang ini kebijakan import semakin masif dilakukan oleh Presiden Joko Widodo.

Fadli Zon mengatakan pemerintah belum serius dalam mengawal rupiah serta mengembalikan kekuatannya terhadap dolar Amerika Serikat. Padahal, pagi ini nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS sudah capai Rp.14.828. Fadli mengatakan, angka itu telah jelas bahwa tidak ada keseriusan dari Presiden Jokowi dalam mengangkat derajat nilai tukar rupiah.

"Paling tidak untuk menahan laju depresiasi ini," ujar Fadli Zon di kutip dari RMOL.co, Jumat (31/8/2018).

Pemerintah, kata Fadli, terkesan tidak peduli dengan kemerosotan. Apalagi kebijakan impor yang dipertanyakan Fadli tentang kegunaan dan tujuannya. Sementara, kebijakan ekspor malah tidak ditingkatkan. 

"Apalagi kalau diselingi dengan impor di tengah-tengah rupiah melemah, ada impor beras, gula dan entah saya kira untuk apa ya?" jelasnya.
Kalaupun pemerintah menyebut pelemahan rupiah juga dirasakan negara lain dengan alasan ekonomi global yang tidak stabil, Fadli menyebut alasan itu tidak bisa diterima.
"Alasan ini klasik ya, anak lulusan SD juga bisa ngomong begini. Itu justru apologi yang tidak bisa kita terima," kata Fadli.

SHARE