SHARE
CARAPANDANG.COM - Rindu Syawalika Audrilia berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018. Rindu berhasil meraih medali perak cabang atletik. Atletik sendiri terdiri dari 3 nomor lomba (trilomba) yakni lari 60 meter, lompat jauh, tolak peluru. Rindu mencatatkan waktu 8,55 detik (lari 60 meter), jarak 7,86 meter (tolak peluru), jarak 4,58 meter (lompat jauh).

Catatan tersebut menempatkannya berada di posisi dua dalam lompat jauh, posisi ketiga pada lari 60 meter, dan posisi tujuh pada tolak peluru.

“Senang banget sih. Bawa nama baik DKI Jakarta juga. Merasa senang banget bisa dapat juara kali ini,” kata Rindu seusai Upacara Penghormatan Pemenang di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Kamis (20/9/2018).

Diantara 3 nomor yang diujikan tersebut, Rindu mengaku paling mengalami kesulitan di tolak peluru.

“Paling sulit di tolak peluru, soalnya saya kurang di tolak pelurunya,” ujar siswi SMPN 81 Jakarta ini.

“Kalau pelatih saya kan pelatih lompat jauh ya, jadi saya inisiatif buat cari pelatih minta tolong buat membantu di tolak peluru sama larinya,” tambah Rindu mengungkap upaya untuk memperbaiki kelemahannya.

Menurut sosok yang mengagumi atlet Usain Bolt dan Maria Londa ini, awal mula dirinya terjun di atletik tak terlepas dari peran ibunya.

“Mama ngelihat bakat di aku yang suka lari-lari jadi dimasukin di klub aja, eh keterusan,” cetusnya.

Meski awal mulanya terdeteksi suka berlari, namun Rindu kini lebih jatuh hati pada lompat jauh.

“Diantara 3 nomor itu kalau bisa saya menjadi atlet lompat jauh. Karena saya spesialis lompat jauh. Kalau lompat jauh baru mulai dari SMP kelas 1. Mengapa saya memilih lompat jauh? Karena peluangnya lebih banyak menurut saya di lompat jauh,” tuturnya.

Mimpi besar untuk menjadi atlet lompat jauh itu tentu harus diaktualisasi potensi dan bakatnya dalam latihan-latihan intens.

“Kalau buat latihan seminggu 5 kali, Senin sampai Jumat. Kalau Sabtu recovery dengan berenang. Saya latihan waktu sore doang, soalnya paginya juga sekolah. Sore dari jam 4, selesai tergantung program, kalau programnya banyak bisa sampai jam 7 malam. Kalau nggak terlalu banyak jam 6, setengah 7-an,” jelas Rindu.

“Di latihan banyak hal yang dapat diperbaiki. Kayak contohnya teknik tangannya, larinya, buat landing di pasirnya,” ujar Rindu Syawalika Audrilia seusai Upacara Penghormatan Pemenang di Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara, Kamis (20/9/2018) seperti dilansir situs ditpsmp.

Stadion Sasana Krida Akademi Angkatan Udara menjadi saksi, bahwa lompatan dari Rindu masih belum akan usai. Ia akan mencoba melompat lebih jauh lagi untuk membawa harum nama Indonesia di pentas internasional.

SHARE