SHARE
CARAPANDANG.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia terus gencar melakukan sosialisasi tentang Pemilu 2019. Akan tetapi, sosialisasi ini tidak berjalan dengan baik untuk para pemilih di luar negeri.

Melansri RMOL.co, menurut Wajid Fauzi dari Pokja Pemilu Luar Negeri, ada beberapa kendala yang menghambat proses sosialisasi pemilu kepada para buruh migran di luar negeri.

“Kita enggak bisa door to door, kita juga nggak bisa meng-endorse saat peraturan di sana tidak memungkinkan, yang kita mohonkan adalah tolonglah diizinkan datang pada saat pemilu,” kata Wajid mengutip dari RMOL.co, Minggu (7/10/2018).

Wajid mengatakan kendala di setiap negara berbeda-beda. Hal itu sesuai dengan pengalaman yang dilakukan pihaknya dalam beberapa tahun terakhir.

“Itu masing-masing-masing perwakilan berbeda, ada negara yang mau mengeluarkan surat, ada juga kementeriannnya yang tidak mau,” ungkapnya.

Belum lagi ditambah dengan kesimpangsiuran data jumlah buruh migran di luar negeri atau di suatu negara. Sehingga praktis hal itu kian menambah rumit proses sosialisasi.

“Ya akhirnya sosialisasinya tidak mudah dilakukan,” tandas Wajid.

Bagi Wajid, yang terpenting diizinkan melalui surat atau pos sudah cukup agar para buruh migran di luar negeri ini menggunakan hak pilihnya pada pemilu 2019 mendatang.

SHARE