SHARE
CARAPANDANG.COM - Tenaga ahli Komisi V DPR RI, I Made Bawayasa mengatakan, kejadian jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP itu akibat manajemen yang tidak bagus. Untuk itu, Komisi V DPR yang membidangi perhubungan dan infrastruktur mendorong adanya revolusi manajemen untuk mewujudkan keselamatan penerbangan di Indonesia.

"Manajemen yang tidak bagus menyebabkan kejadian ini. Dalam beberapa kesempatan dalam Rapat Dengar Pendapat, Pak Sukur (Sukur Nababan dari Fraksi PDIP) sangat lantang bahwa keselamatan penumpang adalah segalanya," ujar Made melansir dari RMOL.co, Sabtu (3/11/2018).

Made yang mewakili Sukur Nababan dalam sebuah diskusi yang dilakukan di Jakarta tersebut menilai bahwa ada pengabaian terhadap aspek keselamatan penerbangan baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak maskapai.

"Pesawat terbang dari Bali ke Jakarta menurut info sudah bermasalah, berarti manajemen mengabaikan ini, jadi perlu revolusi manajemen," tegasnya.

Dalam waktu dekat, Komisi V DPR akan memanggil pihak-pihak yang berkaitan dengan kejadian ini baik dari Kementerian Perhubungan maupun maskapai. Dewan akan meminta agar kejadian ini jangan terulang lagi di masa mendatang.
"Insiden Lion Air adalah duka nasional. Keselamatan penumpang tidak bisa ditawar-tawar lagi," katanya.

SHARE