SHARE
CARAPANDANG.COM - Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengatakan Indonesia hukumnya ‘haram’ menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Pasalnya, Indonesia merupakan benteng terakhir perlawanan Palestina dalam mewujudkan kemerdekaannya.

"Indonesia ini benteng terakhir perlawanan Palestina mewujudkan kemerdekaannya. Bisa saja sebagian negara di dunia membuka hubungan diplomatik dengan Israel, termasuk juga negeri-negeri Muslim. Tapi tidak dengan Indonesia,” ujar Sukamta mengkomentari adanya pemberitaan Wapres Jusuf Kalla bertemu dengan PM Israel Benyamin Netanyahu saat Sidang Umum PBB di New York beberapa waktu lalu.

Selama Israel masih menjajah Palestina, Indonesia tidak diperbolehkan menjalin hubungan diplomatik. Sebab, Indonesia dibentuk untuk melawan bentuk penjajahan di dunia ini. “Pengalaman dijajah selama 3.5 abad dan alasan ideologis yang termuat jelas dalam konstitusi RI yang anti-penjajahanlah yang membuat Indonesia sangat memahami dan menjiwai penderitaan dan perjuangan Palestina untuk mewujudkan kemerdekaannya secara penuh," jelasnya.

Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri ini berharap bahwa pertemuan Netanyahu dengan Wapres Jusuf Kalla adalah hal yang tidak disengaja. Misalnya semacam pertemuan tegur sapa di sela-sela forum internasional yang dihadiri berbagai negara.

Sukamta menegaskan bahwa tidak ada satu alasan pun bagi Indonesia untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel meskipun dengan syarat tertentu. Jika itu dilakukan, sama saja hal itu mengkhianati amanah konstitusi kita. "Belum lagi jika kita menilik perilaku Israel dari dulu hingga sekarang. Tindakan yang sangat anti-demokrasi, anti-kemanusiaan, dan sangat rasialis,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi PKS  ini mengungkan banyak data dan fakta yang bisa diungkap soal keburukan Israel. Maka itu apa yang bisa diharapkan dari bangsa ini kepada Israel.

Oleh karena itu jika ada ajakan Israel ingin membuka hubungan diplomatik dengan Indonesia bisa jadi semacam jebakan. Sebab, Israel itu  merupakan negara yang penuh tipu muslihat.

“Jangan sekali-sekali percaya tipu daya Israel, resolusi PBB saja mereka khianati, apalagi Indonesia. Membuka hubungan diplomatik dengan Israel sama saja dengan mendukung Israel untuk terus menjajah Palestina. Demi perdamaian itu hanya rayuan gombal Israel saja," tegasnya.

SHARE