SHARE
CARAPANDANG.COM - Politik uang dewasa ini menjadi masalah serius dalam perpolitikan di Indonesia. Banyak sekali calon-calon legislatif kaya-raya yang menggunakan uang sebagai alat agar mereka dapat duduk sebagai wakil rakyat, baik di Senayan maupun di daerah. Terkait hal ini, Komisoner Komisi Pemilihan Umum (KPU) bertandang ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi di Kawasan Kuningan, Jakarta, Rabu (7/11/2018). 

Melansir dari RMOL.co, kedatangan KPU untuk berdiskusi terkait politik uang jelang Pemilu dan keikut sertaan mantan narapidana korupsi dalam Pemilu 2019.

"Hasil diskusi memberikan saran kepada KPU untuk mengumumkan kepada publik 40 orang mantan narapidana yang maju dalam Pemilu 2019," ujar Komisioner KPU, Wahyu Setiawan mengutip dari RMOL.co.

Selain sepakat untuk mengumumkan nama-nama calon napi eks korupsi, KPK dan KPU juga menyoroti semakin massifnya aktifitas politik uang yang selalu menghiasi aktifitas politik.

Untuk itu jugalah, KPK dan KPU, bekerja sama dalam pencegahan dan pemberantasan praktik politik uang. Kedua lembaga itu juga sepakat politik uang  merupakan kejahatan politik.

"KPU dan KPK akan bekerja sama untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar bersama-sama memerangi politik uang di Pemilu 2019. Karena politik uang itu cikal bakal korupsi," ujar Wahyu.

SHARE