SHARE
CARAPANDANG.COM - Pendidikan anak-anak di kawasan pesisir dan bantaran daerah aliran sungai di Kalimantan Tengah, perlu mendapat perhatian semua pihak karena sarananya masih terbatas dan tertinggal dibanding sekolah-sekolah di perkotaan.

"Saat kami berpatroli, kami melihat langsung sarana pendidikan di daerah pesisir dan daerah aliran sungai yang sangat terbatas. Ini mungkin karena lokasinya sulit dijangkau instansi pemerintah atau karena keterbatasan lainnya," kata Direktur Polairud Polda Kalimantan Tengah Kombes Badarudin di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Senin.

Badarudin mengaku prihatin dengan kondisi tersebut karena menurutnya, anak-anak pesisir dan daerah aliran sungai juga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Mereka perlu mendapat perhatian agar pemerataan peningkatan kualitas pendidikan di Kalteng bisa terwujud.

Direktorat Polairud Polda Kalteng melakukan berbagai upaya untuk turut membantu menangani masalah itu.

"Sambil menjalankan tugas dan kewajiban mengamankan wilayah perairan, jajaran Direktorat Polairud juga mendorong peningkatan minat baca anak pesisir dan daerah aliran sungai," katanya.

Direktorat Polairud Polda Kalteng menjalankan program menggelorakan minat baca dengan mengoperasikan kapal melek huruf dan pondok baca. Kapal patroli kini juga difungsikan menjadi perpustakaan keliling yang rutin menjangkau desa-desa di kawasan pesisir dan daerah aliran sungai.

Saat ini sudah ada 23 kapal patroli yang juga difungsikan menjadi kapal melek huruf. Kapal-kapal tersebut disulap menjadi perpustakaan mini dengan koleksi buku lebih dari 300 buku di setiap kapal.

Selain itu, juga dibangun pondok baca di setiap markas unit di seluruh Kalteng. Saat ini sudah ada 13 pondok baca dan ditargetkan menjadi 20 pondok baca pada 2019. Pondok baca bisa menjadi pilihan tempat yang nyaman bagi anak-anak untuk membaca buku sambil bersantai.

"Kami mencoba mengisi keterbatasan yang ada. Minat baca anak-anak sangat tinggi, cuma sarana yang terbatas. Makanya program kami itu disambut antusias masyarakat pesisir dan daerah aliran sungai. Kualitas anak-anak di daerah terpencil juga bagus," kata Badarudin.

Dia mengatakan pihaknya kini juga menyebar personel mereka menjadi relawan guru di sekolah-sekolah untuk mata pelajaran tertentu. Pembinaan juga dilakukan terhadap sekolah-sekolah agar mampu berprestasi.

Pada Sabtu (24/11), Direktorat Polairud Polda Kalteng menggelar lomba cerdas cermat tingkat SD dan SMP se Kalimantan Tengah. Pesertanya merupakan juara di tingkat kabupaten yang digelar masing-masing markas unit Direktorat Polairud.

Hasilnya, juara tingkat SD yaitu utusan Palangkau Lama Kabupaten Kapuas sebagai juara I, Pegatan Kabupaten Katingan juara II dan Samuda Kabupaten Kotawaringin Timur juara III. Sedangkan tingkat SMP yaitu utusan Samuda menjadi juara I, Palangkau Lama juara II dan Kuala Jelai juara III.

Lomba lainnya adalah membuat dongeng bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah. Hasilnya rencananya akan dijadikan buku sebagai apresiasi atas karya anak-anak berprestasi tersebut.

"Kami ingin membantu membangun sumber daya manusia mumpuni di daerah aliran sungai dan pesisir pantai. Ini juga merupakan cara mengenalkan dan membangun citra polisi sehingga mereka nantinya menjadi mitra polisi untuk berbagai kegiatan positif," demikian Badarudin.

SHARE