SHARE
CARAPANDANG.COM – Anggota MPR RI dari unsur DPD RI, Abdul Rahmi kembali menggelar kegiatan sosialiasai 4 Pilar Kebangsaan. Kali ini, diikuti oleh ratusan peserta dari Ikatan Majelis Taklim (IMTA) Anjongan yang berasal dari Muslimah NU, Aisiyah, Salimah, majelis Dzikir dan Majelis Taklim.

Seluruh peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Bahkan mereka mengenakan seragam khas dari organisasi masing-masing.

Salah satu tokoh perempuan, Normah dalam sambutannya mengungkapkan rasa terimakasihnya. Menurutnya kegiatan seperti ini sangat penting bagi perempuan.

“Atas nama seluruh organisasi muslimah yang tergabung dalam Ikatan Majlis Taklim (IMTA) Anjongan, kami mengucapkan terima kasih atas diselenggarakan sosialisasi ini,”ujarnya di Aula Rumah Kusuma Negara Sekadau, Sabtu (24/11).

Normah sangat berharap dengan digelarnya kegiatan seperti ini maka para muslimah akan semakin mengerti dan paham akan masalah konstitusi. Bila paham dan mengerti hukum maka para muslimah bisa membela hak-haknya dan kewajibannya sebagai warga negara serta juga dapat memberikan pendidikan tersebut langsung dalam keluarganya.

Menurutnya perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam pendidikan dan rumah tangga. Sebab, kaum perempuanlah yang memiliki waktu yang banyak dalam kehidupan di lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat sekitar keluarganya.

“Mudah-mudahan kami diberi kesempatan lagi untuk mengikuti sosialisasi sehingga kami dapat memiliki wawasan untuk menyampaikannya kembali,” harapnya.

Perasaan yang sama juga diungkapkan oleh Abdul Rahmi. Dia meresa senang bisa hadir di tengah-tengah masyarakat khususnya perempuan untuk mensosialisasikan 4 Pilar Kebangsan. Langkah ini sangat penting sebab konstitusi merupakan aturan dasar dalam penyelenggaraan negara. 

 “Sungguh merupakan kebahagian bagi saya dapat berada di tengah-tengah saudara-saudara sekalian para ulama, umaroh, dan Ibu-Ibu, wanita, perempuan aktifis  dalam rangka sosialisasi 4 Pilar,” ujarnya.

Menurutnya dengan adanya pemahaman masyarakat akan konstitusi, maka diharapkan penyelenggaraan negara semakin demokratis dan modern. Melalui konstitusi itu diharapkan fungsi-fungsi kenegaraan dijamin pelaksanaannya, karena konstitusi mempunyai kekuatan mengikat sebagai hukum dasar dan merupakan sumber hukum bagi seluruh peraturan yang dilahirkan dalam praktek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini bisa berlangsung dilandasi ketentuan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPD, dan DPRD, MPR mempunyai tugas: Memasyarakatkan ketetapan MPR; Memasyarakatkan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika; Mengkaji sistem ketatanegaraan, Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun 1945, serta pelaksanaannya ; dan Menyerap aspirasi masyarakat berkaitan dengan pelaksanaan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika kepada seluruh komponen bangsa Indonesia.

“Tentu tugas memasyarakatkan konstitusi negara bukan hal yang sederhana, tetapi memerlukan dukungan dari seluruh komponen bangsa termasuk saudara-saudara dari organisasi perempuan dan wanita, terkhusus Ikatan Majlis Taklim (IMTA),” ujarnya.

MPR memandang ibu-ibu, perempuan, wanita yang aktif dalam organisasi sebagai Wadah sekaligus menjadi inspirator bagi segenap komponen bangsa untuk senantiasa menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, mempunyai peran yang sangat strategis di dalam membangun budaya sadar berkonstitusi.

“Budaya sadar berkonstitusi merupakan salah satu pembangunan karakter bangsa. Kita ingin bangsa kita menjadi bangsa  yang  lebih bermartabat, berbudaya dan berkeadaban. Karenanya MPR berharap ibu-ibu, perempuan, wanita ikut membangun karakter bangsa melalui pengenalan, pemahaman dan penyebarluasan 4 Pilar,”jelasnya.

Dia menegaskan jika perempuan Indonesia memiliki karakter yang kuat maka bangsa ini akan kokoh. Sebab, dari rahim dan didikan perempuan akan lahir generasi bangsa yang unggul. 

“Dengan terbangunnya karakter bangsa maka diyakini Negara akan menjadi kokoh. Maka pantaslah jika kita dapat katakan bahwa Perempuan Tiang Kokohnya Bangsa dan Negara," pungkasnya.

SHARE