SHARE
CARAPANDANG.COM -  Menyambut tahun politik, Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) H Abdul Halim mengingatkan masyarakat Indonesia untuk terus menjaga silaturahim, kerukunan bermasyarakat, dan persatuan bangsa. Perbedaan pilihan politik hal yang wajar, tatapi menjaga persatuan bangsa harus menjadi komitemen bersama untuk terus dijaga.

"Bangsa Indonesia adalah bangsa yang cinta damai dan rukun, meskipun beragam latar belakang. Dalam menghadapi pemilu legislatif dan pemilu presiden 2019, masyarakat harus tetap rukun dan menjaga persatuan, meskipun adanya perbedaan pilihan dalam politik," kata H Abdul Halim di Jakarta, Selasa (27/11).

Pemilihan anggota legislatif dan presiden yang akan diselenggarakan secara serentak pada 17 April 2019 nanti merupakan sebuah  proses demokrasi untuk memilih pemimpin baik presiden dan wakil presiden maupun anggota legislatif. Maka itu, jalani proses ini harus secara dewasa.

"Pemilu adalah proses memilih pemimpin. Kalau ada perbedaan pilihan di antara aggota masyarakat, adalah hal wajar dan harus disikapi secara dewasa," ucapnya.

Menurut Abdul Halim, perbedaan pilihan tidak perlu membuat seseorang menjadi emosi dan bertindak negatif. "Anggota masyarakat juga tidak boleh memaksakan kehendak untuk memiliki pilihan yang sama. Dalam demokrasi, setiap warga negara Indonesia, memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihannya," ujarnya.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Banten I yakni, Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak ini menjelaskan, proses pemilihan pemimpin melalui pemilu legislatif, pemilu kepala daerah (pilkada), serta pemilu presiden (pilpres), adalah proses untuk memilih pemimpin yang akan memimpin dan mengelola negara, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah.

Berdasarkan amanah UUD 1945, Pasal 1 ayat (2) menyatakan, bahwa Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar dan Pancasila. Dengan ketentuan itu, menurut Halim, dapat diartikan bahwa pemilik kedaulatan dalam negara Indonesia ialah rakyat.

"Karena itu, adanya perbedaan dalam pilihan tidak perlu masyarakat menjadi emosi, saling mencemooh, dan bahkan terbelah," katanya.

Anggota Komisi VII DPR RI ini menambahkan, pada saat dirinya menyelenggarakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, di Aula Pondok Pesantren Al Adib, di Desa Kananga, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/9), ada masyarakat yang bertanya soal banyak informasi negatif menjelang pileg dan pilpres 2019.

Menurut Halim, pada Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang dihadiri sekitar 150 orang warga setempat, ada warga yang menanyakan, bagaimana menyikapi banyaknya informasi negatif yang beredar, jumlah pengangguran dan penduduk miskin, serta kenaikan harga kebutuhan pokok.

Halim menjelaskan, agar masyarakat dapat mengecek sendiri harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, apakah benar naik dan tidak. Ia menegaskan, bahwa harga kebutuhan pokok tetap stabil, karena laju inflasi juga stabil.

SHARE