SHARE
CARAPANDANG COM - Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ingin menghidupkan kembali mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) mendapat dukungan dari parlemen. Dukungan tersebut disampaikan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan. 

Zulhas sangat setuju dengan rencana tersebut. Tapi, dia menyarankan agar  metode pembelajarannya harus disesuaikan dengan kondisi saat ini.

"Saya setuju namun metodenya harus disesuaikan dengan kondisi saat ini. Sekarang kita hilang pelajaran Pancasila dan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)," kata Zulkifli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11).

Ketua PAN ini mengatakan menjaga ideologi negara harus benar-benar dijalankan. Maka itu dia meminta agar ideologi negara ini harus diajarkan kepada masyarakat secara radikal, kuat dan "menancap" di dada anak muda Indonesia. 

Zulhas merasakan saat ini tidak dijalankan seperti ini. Sehingga ideologi bangsa ini tidak menancap kuat di hati mereka.

Lebih lanjut dia menuturkan  kalau ideologi tidak diajarkan dengan radikal ini sangat membahayakan. Di khawatirkan anak-anak muda Indonesia akan mempelajari ideologi lain. Maka itu menurutnya  sangat penting menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada anak-anak Indonesia sejak dini.

"Pendidikan itu penting bahkan mulai dari pendidikan dasar, SMP dan SMA. Mengajarkan wawasan kebangsaan itu sepanjang masa," ujarnya.

Zulkifli mengatakan kalau metode pembelajaran ideologi tidak berubah dengan metode doktrin, maka itu tidak akan efektif. Dia menilai metodenya harus disesuaikan dengan perkembangan zaman maka harus ada kajian dan duduk bersama untuk menentukan metode yang tepat. "Kalau anak-anak muda sekarang harus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Maka harus ada kajian, duduk bersama, metode yang tepat itu seperti apa," katanya.

Sebelumnya, Kemendikbud mengusulkan akan kembali memasukkan mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila sejak dini di lingkungan sekolah.

"PMP kita akan kembalikan lagi karena ini banyak yang harus dihidupkan kembali, bahwa Pancasila ini luar biasa buat bangsa kita, itu mungkin yang akan kita lakukan," kata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Supriano usai menghadiri upacara peringatan hari guru di gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (26/11).

Namun Supriano mengakui bahwa wacana pengembalian mata pelajaran PMP ini masih dalam bentuk rencana dan pembahasan. Dia juga belum bisa memastikan materi PMP yang akan diajarkan kepada siswa di sekolah nantinya dalam bentuk materi lama seperti PMP di masa Orba atau justru materi baru.
 

SHARE