SHARE
CARAPANDANG.COM - Modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) di Korps Kepolisian Air dan Udara (Polairud)  harus dilakukan. Sebab ini sangat penting untuk menjaga keamanan dan menekan kejahatan di wilayah perairan Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni di Jakarta, Selasa (04/12).

Politisi Partai NasDem ini mengungkapkan alasannya mengapa dia sangat mendukung agar pemerintah melakukan modernisasi alutsista Polairud. Sebab saat ini banyak jalur tikus di sepanjang pantai Indonesia. Menurutnya ini menjadi kendala tersendiri dalam hal pengawasan. Sahroni mengatakan jika modernisasi alutsista dilakukan, termasuk penambahan armada, ini akan memaksimalkan pengawasan kejahatan di perairan Indonesia.

"Para pelaku kejahatan selain terus mempercanggih modusnya, juga mengembangkan alat mereka salah satunya tentu telekomunikasi. Mereka juga memanfaatkan banyaknya celah berupa dermaga kecil atau biasa disebut jalur tikus yang tersebar di Indonesia," jelasnya.

Lebih lanjut dia berharap dengan penambahan armada berupa 23 kapal dan pesawat serta helicopter, Polairud membuat pengawasan di perairan makin maksimal. Dengan demikian, penyelundupan baik ke dalam maupun ke luar negara Indonesia dapat terus ditekan.

Sahroni juga kembali menekankan pentingnya sinergitas antara pemangku kepentingan di perairan, di antaranya dengan Bakamla, TNI AL, dan Bea Cukai. Selain penyelundupan berbagai sumber daya alam Indonesia ke luar negeri, kejahatan lain yang juga perlu mendapat perhatian serius adalah penyelundupan narkoba, senjata, dan pengiriman TKI ilegal.

Di samping "illegal fishing", "illegal logging", penyelundupan berbagai hasil laut, bahan bakar, dan TKI ilegal, Polairud harus mewaspadai dan memaksimalkan pengawasan narkoba ataupun senjata ke Indonesia. "Pesan Kapolri mengenai pemberdayaan nelayan untuk membantu pengawasan harus benar-benar dijalankan dengan baik," tegas Sahroni.

Sebelumnya, di sela-sela syukuran peringatan HUT Ke-68 Polairud di Pangkalan Polairud Korpolairud Baharkam Polri, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (3/12), Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian secara simbolis meresmikan alutista baru berupa satu unit kapal patroli lepas pantai, lima unit kapal patroli cepat, 15 unit kapal pemburu cepat, satu pesawat CN, dan satu helikopter Bell. Total alutsista baru dimiliki Polairud sebanyak 23 yang terdiri atas kapal, pesawat, dan helikopter. Kapolri berharap penambahan armada tersebut bisa menekan kejahatan di wilayah perbatasan Indonesia.

Kehadiran armada baru, menurut dia, sangat perlu guna mendukung mobilitas Polairud karena wilayah Indonesia yang sangat luas berupa kepulauan dan 60 persen adalah perairan. "Korps Polairud bisa 'survive' selama 68 tahun. Tidak sekadar bertahan, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Peran di-'cross border' membantu memberantas 'illegal fishing', 'smuggling', penyelundupan, 'human trafficking', serta kejahatan umum konvensional, seperti perompakan," ujar Kapolri.

SHARE