SHARE
CARAPANDANG.COM - Jika banyak anak seumuran sekolah dasar menghabiskan waktu dengan bermain, tetapi tidak dengan Nur Febriyanto, siswa kelas 5 SDN Simaja, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Febri sapaan akrabnya, terlahir dari keluarga sederhana. Sang Ibu, Sutiah, menghidupi keluarganya hanya dengan berjualan serabi di dekat sekolah Febri. Sedangkan sang Ayah bekerja mengadu nasib di ibukota dan sudah 3 tahun belakangan ini tidak pulang ke rumah.

“Saya hanya berjualan kue Serabi di dekat sekolahnya Febri. Mulai berdagang itu siap-siap jam 5 pagi. Febri ikut membantu mempersiapkan dagangan, biasanya setelah itu Febri pulang untuk siap-siap berangkat sekolah. Bapaknya sudah 3 tahun ini tidak pulang, kerja di Jakarta, jadi supir,” ungkap Sang Ibu.

Namun, keterbatasan yang ada dalam kehidupan Febri lantas tidak membuatnya nihil pencapaian prestasi dalam akademis. Febri merupakan langganan juara kelas sejak kelas 1 SD di sekolahnya.

Hal ini dibenarkan oleh wali kelasnya, Dewi Intan Pitaloka. Ia mengungkapkan bahwa Febri memang memiliki kemampuan yang lebih dalam menangkap pelajaran di kelas yang membuatnya mempunyai prestasi akademis yang baik sejak di bangku kelas 1.

“Di pelajaran, Febri lebih menonjol daripada teman-temannya di kelas. Ini sudah terlihat sejak ia duduk di bangku kelas 1. Febri mampu mengikuti pelajaran dengan baik. Hal itu pula yang menjadikannya langganan dalam meraih juara di kelas,” ungkap wali kelas Febri ini ketika ditemui di Sekolah Dasar di SDN Simaja, Rabu (14/11/2018).

Febri yang bercita-cita menjadi seorang guru ini sangat berterima kasih dengan Program Indonesia Pintar yang ia dapatkan. Setidaknya, dalam hal pendidikan, dengan kesulitan yang dihadapi keluarganya, ia mampu menatap masa depan dengan percaya diri.

“Saya ingin menjadi guru. Dengan menjadi guru, saya ingin mencerdaskan anak-anak bangsa yang memiliki kesamaan nasib seperti saya, yaitu ekonomi. Terima kasih kepada Kemendikbud yang telah memberikan saya bantuan melalui Program Indonesia Pintar. Saya jadi semakin bersemangat meraih cita-cita saya itu,” ujar siswa yang dalam keseharian ini memiliki sifat periang.

Sang Ibu juga memberikan apresiasi yang tinggi untuk Program Indonesia Pintar yang diberikan kepada anaknya. Ia mengungkapkan dengan PIP ini, ia tidak perlu khawatir untuk memenuhi kebutuhan Febri di sekolah.

“Dengan PIP, saya sangat terbantu sekali. Saya juga tidak perlu khawatir lagi dalam memenuhi kebutuhan Febri di sekolah. Beban saya menjadi lebih ringan. Semoga anak saya bisa meraih cita-citanya menjadi seorang guru di masa depan,” tutupnya.

SHARE