SHARE
CARAPANDANG.COM -  Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta mengatakan bahwa kebijakan Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel tak sejalan dengan proses perdamaian di Timur Tengah. Seharusnya Australia membatalkan kebijakan tersebut agar perdamaian di Palestina segara terwujud. 

"Kebijakan ini tak sejalan dengan proses perdamaian di Timur Tengah. Mengakui Yerusalem Barat sebagai ibu kota Israel menunjukkan keberpihakan Australia kepada Israel. Demi terwujudnya keadilan dan perdamaian di sana, serta mempertimbangkan perasaan kaum muslimin di Australia dan negeri-negeri tetangganya, Australia harus membatalkan kebijakannya itu," ujar Sukamta dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Senin (17/12).

Ketua DPP PKS Bidang Pembinaan dan Pengembangan Luar Negeri (BPPLN) ini menambahkan bahwa semua pihak tidak seharusnya membahas soal ibukota Israel, karena faktanya hari ini Palestina belum diakui kemerdekaannya. 

"Kami mendorong agar semua negara tidak mengikuti langkah AS dan Australia yang mengakui Yerusalem sebagai bukota Israel," tegas  Sekretaris Fraksi PKS ini. 

Menurutnya kebijakan Australia meskipun hanya mengakui sebagian Yerusalem (Barat) sebagai ibukota Israel, tapi jika kita telaah lebih dalam ini sama saja dan sejalan dengan tindakan AS. 

"Karena itu sebaiknya kita semua mewujudkan kemerdekaan Palestina secara penuh. Ini dulu yang dipenuhi, baru bicara soal ibu kota," tutupnya.

SHARE