SHARE
CARAPANDANG.COM - American Psychological Association menemukan bahwa orang-orang baik lebih berisiko menghadapi kesulitan keuangan dan bangkrut dalam sebuah studi pada tahun 2018.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menemukan bahwa orang-orang dengan kepribadian lebih baik dan hangat cenderung memiliki tabungan yang lebih rendah, utang yang lebih tinggi, dan tingkat gagal bayar yang lebih lebih dibanding mereka yang memiliki kepribadian yang kurang menyenangkan, menurut lansiran dpa, Jumat. Ini bukan, bagaimanapun, karena fakta bahwa mereka lebih lentur dalam negosiasi - seperti yang diduga pada awalnya - tetapi karena mereka umumnya kurang memberi nilai pada uang.

Joe Gladstone dari University College London, yang turut menulis penelitian dengan rekannya Sandra Matz dari Columbia Business School di New York, mengatakan bahwa hubungan antara kesehatan keuangan dan kepribadian "tampaknya didorong oleh fakta bahwa orang-orang yang ramah tidak terlalu peduli tentang uang dan karena itu beresiko lebih tinggi dari salah urus uang. " Para peneliti menganalisis data yang dikirimkan oleh lebih dari tiga juta peserta dan juga membandingkan data kepribadian dan keuangan yang tersedia untuk umum hingga sampai pada kesimpulan mereka.

"Menjadi baik dan percaya memerlukan biaya keuangan, terutama bagi mereka yang tidak memiliki sarana untuk mengompensasi kepribadian mereka," kata Matz.

Penelitian lain sebelumnya telah menemukan hasil yang serupa, dengan penelitian lain yang diterbitkan pada tahun 2018 menemukan bahwa laki-laki khususnya lebih cenderung kaya antara usia 40-an dan usia 60-an jika mereka memiliki kepribadian yang sulit.

SHARE