SHARE
CARAPANDANG.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dilahirkan sebagai alat perjuangan. Jadi sangat salah jika partai ini dijadikan sabagai alat kekuasaan.

Hal ini disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyampaikan pidato HUT ke-46 PDI Perjuangan, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/1). 

Megawati mengatakan PDIP ini merupakan partai yang penuh perjuangan. Maka itu, dia menegaskan partainya tidak akan sembarangan menunjuk seseorang menjadi calon anggota legislatif (Caleg). 

"PDI Perjuangan, sejak lahir pada fusi tahun 1973, tidak mau menempuh jalan pintas meskipun saat itu belum memenangkan pemilu. PDI Perjuangan juga tidak mau asal menempatkan caleg," tegasnya.  

Menurut Megawati, PDI Perjuangan terus berjuang untuk dapat memenangkan pemilu dengan cara yang demokratis dan terhormat. Sehingga secara tegas meminta kepada seluruh kadernya untuk berjuang dengan cara yang benar dan tidak menghalalkan segala cara. 

 "PDI Perjuangan tidak mau asal menang pemilu dengan menghalalkan segala cara," katanya lagi.

Megawati juga menegaskan tidak ingin asal menempatkan kadernya sebagai caleg. Dia tidak menginginkan adanya politisi karbitan. Menurutya ada saja di PDI Perjuangan orang yang sebagai kader, tapi kalau tidak direkomendasi keinginan kekuasaannya terus pindah ke partai politik lain.

"PDI Perjuangan tidak pernah berkecil hati, menghadapi politisi pragmatis seperti itu," katanya pula.

Megawati melihat perilaku politisi seperti itu adalah bagian dari seleksi alami ideologis di dalam partai. Dengan adanya seleksi alam inilah maka PDI Perjuangan akan melahirkan kader yang loyal dan  menjalankan  amanahnya dengan sepenuh hati.

Perlu diketahui Puncak acara HUT ke-46 PDI Perjuangan dihadiri sekitar 13.200 pengurus dan kader partai mulai dari DPP, DPD, DPC hingga PAC PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia. Pada acara tersebut juga dihadiri  para tamu undangan antara lain Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Cawapres KH Ma'ruf Amin, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno dan Hamzah Haz, Ketua MR RI serta sejumlah menteri kabinet.

SHARE