SHARE
CARAPANDANG.COM - Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyumas Yon Daryono meminta masyarakat agar tidak mencopot alat peraga kampanye (APK), meskipun itu sudah dipastikan melanggar ketentuan. 

"Yang bisa mencopot itu Bawaslu bersama Satpol PP," katanya di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (11/1). 

Koordinator Divisi Pengawasan, Humas, dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Banyumas ini mengingatkan jika masyarakat nekad mencopot APK itu mereka dengan sendiirnya turut melanggar ketentuan itu sendiri. Dan yang yang bersangkutan bisa dituduh melakukan perusakan.

Bahkan jika APK yang dicopot itu tidak disimpan, masyarakat yang mencopotnya dapat dituduh menghilangkan alat peraga sehingga bisa dibawa ke ranah pidana. "Demikian pula jika APK itu dipasang di ruang privat atau di pekarangan orang tersebut dan pemasanganannya tidak berizin, pemilik pekarangan pun tidak boleh mencopotnya sendiri. Dalam Peraturan Bawaslu ditegaskan bahwa pemasangan APK di ruang privat harus mendapatkan izin tertulis dari pemilik lahan itu," jelasnya.

Yon mengatakan jika hal itu terjadi, pemilik lahan atau ruang privat yang merasa memberi izin pemasangan APK sebaiknya berkoordinasi dengan pengawas pemilu yang ada di masing-masing desa/kelurahan. Selanjutnya, pengawas pemilu di tingkat desa/kelurahan yang akan mencopot APK yang dipasang di ruang privat tanpa seizin pemilik lahan tersebut.

"Dengan demikian, masyarakat dilarang mencopot APK yang melanggar ketentuan, baik APK yang dipasang di ruang publik maupun ruang privat. Kalau begitu dilaporkan, ada terlapor, terlapornya jelas, itu bisa diproses pidana," tegasnya.

Disinggung mengenai jumlah APK yang telah dicopot Bawaslu Kabupaten Banyumas bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat, dia mengatakan hingga saat ini telah mencapai 1.950 unit, baik berupa baliho, bendera, spanduk, umbul-umbul, maupun branding pada mobil. Menurut dia, pihaknya saat ini masih mendata APK-APK yang menyalahi ketentuan untuk ditertibkan pada tahap selanjutnya.

SHARE