SHARE
CARAPANDANG.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan silaturahim dengan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) membahas peran penting guru dan persoalan dihadapinya. Presiden dalam sambutannya saat acara silaturahim di Istana Negara, Jakarta pada Jumat (11/1/2019) siang mengatakan, peran guru di seluruh Indonesia sangat penting karena pendidikan sebagai pintu masuk sebuah kemajuan.

Jokowi menyebutkan bangsa yang terdidik, cerdas dan berahlak, serta menguasai ilmu pengetahuan akan menjadi bangsa yang maju dan sejahtera.

Dalam diskusi tersebut presiden berdialog dengan guru honorer yang honornya hanya Rp. 50 ribu sampai Rp. 150 ribu. Namanya Megayanti, salah satu anggota PGSI asal Pemalang, Jawa Tengah. Megayanti mengabdi sebagai guru sejak 2009.

Dia menceritakan honornya mengajar selama 9 tahun sebagai guru hanya sebesar Rp50 ribu. Kemudian sejak 2016, honor Megayanti naik menjadi Rp150 ribu.

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta Megayanti mengemukakan persoalan yang dialami guru-guru honorer secara terbuka.

Dalam diskusinya, Megayanti menyampaikan sejumlah masalah yang dihadapi seperti kuota sertifikasi, honor, dan pembatasan usia pengajar untuk sertifikasi.

Mendapati hal tersebut, presiden menjelaskan dirinya akan membahas sejumlah persoalan itu dengan menteri terkait seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, serta Menteri Agama.

"Nanti saya cek betul apakah itu SK Dirjen atau peraturan menteri itu lebih mudah," ujarnya.

Dalam acara itu, para guru yang tergabung dalam PGSI dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina PGSI Abdul Kadir Karding, dan Ketua Umum PGSI, Mohamad Fatah.

Presiden didampingi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. 

SHARE