SHARE
CARAPANDANG.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa momentum pemilihan presiden selalu berdampak positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG).

"Sejarahnya dari tahun ke tahun pascapilpres, indeks selalu naik," kata Kepala BEI Surakarta M Wira Adibrata di Solo, Jawa Tengah, Jumat (11/1/2019).

Ia mengatakan melihat dari tren tahun-tahun sebelumnya, pascapilpres 1999 terjadi kenaikan IHSG hingga 70 persen, pascapilpres 2004 naik 44 persen, pascapilpres 2009 naik 86 persen, dan pascapilpres 2014 naik 22 persen.

"Kita lihat nanti pascapilpres 2019 seperti apa. Kemungkinan juga akan positif," katanya.

Ia mengatakan alasan mendasar kenaikan tersebut bukan hanya dipengaruhi faktor politik tetapi juga fundamental nasional.

"Ketika situasi dalam negeri kondusif, perkembangan dunia usaha juga akan lebih kondusif. Jadi lebih ke kondisi ekonomi," katanya.

Ia mengatakan kericuhan yang terjadi sebagai dampak dari perbedaan pilihan dalam berpolitik juga sejauh ini tidak berdampak signifikan terhadap sektor ekonomi.

Menurut dia, ketidakcocokan hanya terjadi sebatas komunikasi melalui media, tidak sampai ke sektor riil.

Sementara itu, dikatakannya, saat ini IHSG berada di level 6.298. Dari sisi emiten, saat ini perbankan merupakan sektor yang paling solid dan diminati oleh investor.

"Untuk sektor perbankan pertumbuhan labanya masih di atas 10 persen, seperti BCA saat ini harga per lembar sahamnya mencapai Rp24.000," katany.

Selain itu, sektor consumer seperti Indofood CBP yang saat ini harga per lembar sahamnya Rp10.000 dan Unilever Rp46.000/lembar saham juga masih menjadi primadona bagi investor.

"Pertumbuhan harga saham ini dipengaruhi oleh laporan keuangan perusahaan, jika bagus maka peminat juga tinggi," katanya.

SHARE