SHARE
CARAPANDANG.COM - Aulia Najwa Saqeena, peserta Lomba Cipta Puisi di Olimpiade Literasi Siswa Nasional (OLSN) SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 yang diadakan di Jakarta. Dia berhasil jadi Juara I lomba tersebut melalui puisi karyanya yang berjudul Menantang Senyum.

Sedikit kisah dari Aulia tentang puisinya. Dia mengaku terinspirasi dari kehidupan di Lampung. Dimana memang mata pencaharian kebanyakan kepala rumah tangga disana adalah nelayan. Dan sama halnya seperti nelayan-nelayan lainnya, sang kepala keluarga harus meninggalkan keluarganya setiap sore hingga pagi hari untuk mencari nafkah.

Ada yang membuat sedih dalam kisah ini, cerita Aulia. Dia pun mengaku menitikkan air mata ketika melihat semua lelah yang didapatkan oleh para kepala keluarga ketika semalaman mencari ikan di laut yang penuh teka-teki, apakah bergelombang atau damai hingga ke pagi. Sepulangnya mereka, di tepi pantai ada anak-anak yang dengan penuh harap menanti perahu sang ayah meniti lautan untuk menggapai pantai.

“Harapan itu sangat nyata terlihat di wajah mereka. Saya sampai sedih melihatnya,” kata Aulia setelah Upacara Penutupan dan Pengumuman Pemenang OLSN-LME di Ambhara Hotel, Selasa (30/10/2018).

Tentu Allah Maha Baik, anak-anak itu tidak dibiarkan menanti hal yang tak pasti, sambungnya. Saat ujung perahu muncul di bibir hutan mangrove, anak-anak nelayan ini berteriak memanggil ayahnya dengan penuh suka cita.

Bagaimana tidak, mereka sangat tidak ingin perahu yang kembali hanya membawa pancing dan jaring saja, sementara ayahnya entah kemana.

“Saya tidak bisa membayangkan wajah mereka jika kejadiannya seperti itu,” ujar siswi SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Metro ini.

Setelah sampai di bibir pantai, melihat kegembiraan sang anak, ayah langsung melemparkan senyum yang juga penuh semangat. Kegembiraan anak karena ayah pulang, menyuci bersih semua rasa penat dan ngantuk yang tadinya sangat menusuk di mata sang kepala keluarga.

Dari sanalah, Aulia mengatakan bahwa dia terinspirasi untuk membuat pusi yang berjudul Menantang Senyum. Aulia sangat senang dapat mengeksplorasi kisah itu ke dalam puisinya. Poin yang paling membanggakan bagi dia adalah kisah nelayan itu bukan lagi kisah yang dituangkannya hanya dalam catatan harian atau koleksi puisi yang masih tersimpan rapi di lemarinya. Kisah itu langsung dibaginya di ajang OLSN dan bahkan juri memilih puisi itu sebagai juara satu Lomba Cipta Puisi di OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018.

“Rasanya campur aduk. Tapi memang sangat senang, karena Allah serta puisi yang Allah inspirasikan kepada saya ini membuat saya jadi juara di OLSN ini. Sangat senang sekali,” ucapnya.

Puisi Tempatnya Bercerita

Aulia menegaskan kepada orang-orang di luar sana yang masih menganggap puisi hanya sekadar imajinasi kosong, itu adalah pemikiran yang salah besar. Puisi juga dapat dibuat dari kehidupan sehari-hari, kisah nyata yang menginspirasi serta hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitar kita. Puisi juga bisa berisi tentang motivasi, berbagi tentang pengalaman hidup atau hanya sekadar meluapkan isi hati.

“Ya saya sangat bangga bisa menjadi salah satu orang yang suka puisi. Karena puisi bukan hanya

kiasan, bukan hanya kata-kata imajinasi. Puisi bagi saya tempat bercerita, dan kisahnya nyata,” ungkapnya seperti dilansir laman Ditpsmp Kemdikbud RI.

Di OLSN ini, Aulia mengaku dia semakin banyak mendapatkan ilmu tentang bagaimana menulis puisi. Pasalnya, dewan juri juga tidak pelit berbagi ilmu bagaimana menulis puisi yang benar. Bagaimana membuat imajinasi itu tidak kosong, namun benar-benar menyentuh bagi pembaca atau pendengarnya.

“Juga saya senang dapat teman-teman baru yang juga senang berpuisi. Juga ada teman yang suka

debat, teman yang mendongeng. Senang bisa ikut kegiatan ini,” tuturnya.

Selain itu, melalui Lomba Cipta Puisi ini, Aulia juga belajar banyak tentang artinya kerja keras, kedisiplinan, kemandirian yang memang dibentuk melalui lomba, serta pengharapan yang selalu dihaturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dia mengatakan, sejak persiapan hingga mengikuti lomba, doa adalah hal utama serta rajin beribadah agar semua kerja keras bisa dibalas dengan sebuah kemenangan.

Gelar Juara Didedikasikan untuk Nelayan di Lampung

Aulia yang diumumkan menjadi pemenang Lomba Cipta Puisi di OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 tidak dapat banyak mengucap kata untuk menunjukkan betapa bahagianya dia. Kepada guru dan orang tua, dia mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya. Karena, jasa-jasa mereka membuat Aulia bisa tampil dengan baik dan mendapatkan gelar juara.

Kemudian juga, Aulia mendedikasikan gelar juara tersebut untuk semua nelayan yang ada di Lampung, serta kepada setiap anak yang dengan setia menunggu kepulangan ayah di pinggir pantai ketika pagi.

Apa yang Aulia dapatkan saat ini, inspirasinya semua dari para nelayan yang melemparkan senyum kepada anaknya. Senyum perjuangan sang ayah melawan pekatnya malam, dinginnya embun yang bercampur garam, serta gelombang yang tidak pernah tahu ledakan emosinya kapan akan datang.

“Terutama yang paling utama itu kepada Allah, karena semua ini bisa saya dapatkan atas kesempatan yang Allah berikan kepada saya. Saya bersyukur sekali bisa menang,” kata wakil dari Provinsi Lampung di OLSN SMP Tingkat Nasional Tahun 2018 ini.

SHARE