SHARE
CARAPANDANG.COM, Malang - Locus Perdamaian bersama Carapandang.com akan menyelenggarakan diskusi publik Ngobrol Pintar (Ngopi) bertajuk “Islam without Extremes”, di Café Oksigen Jalan Jetak Ngasri, Dau, Malang, pada Kamis (17/1/2019). Acara ini akan dimulai tepat pukul 14.00-16.30, dengan dihadiri tiga narasumber muda dan milenial, yang punya minat kajian pada isu-isu keagamaan, bina-damai (peace building) dan gerakan radikalisme-ekstrimisme. 

Di antara narasumber itu, yaitu Syafiq Syeirozi (pengamat terorisme dan aktivis Peace-Building), Subhan Setowara (Pegiat di Pusat Studi Islam dan Filsafat/PSIF UMM), M. Badri Habibi (Kandidat Doktor di Karasmanoglu Mehmet Bey University, Turki) dan Maharina Novia (moderator).  

“Syafiq akan bercerita tentang pengalaman dia, yang sekitar 3 tahun terakhir, mengamati dan mendampingi para penyintas Bom Bali I dan II, Bom JW Marriot, dan lainnya. Lalu, akan sangat menarik juga mendengarkan perspektif anak muda tentang gerakan-gerakan radikal di Indonesia dari Mas Subhan Setowara, serta Badri yang bisa bicara tentang tantangan Turki terhadap gerakan Kurdi dan ISIS di perbatasan Turki-Suriah,” kata pegiat Locus Perdamaian Nafik Muthohirin.   

Menurut Nafik, diskusi ini akan berjalan dengan format santai namun tetap menjaga substansi materi. “Diskusi ini diharapkan bisa memberikan pemahaman tentang bagaimana watak dan perilaku organisasi keagamaan ekstrimis kepada kaum muda,” ujar Nafik. 

Kegiatan ini penting untuk diadakan karena sering kali yang menjadi korban bagi indoktrinasi gerakan ekstrimis adalah anak-anak muda, mahasiswa, dan pelajar. Kita bisa melihat kenyataan itu dari berbagai hasil riset yang dirilis Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Maárif Institute dan Wahid Foundation beberapa waktu lalu. 

Penting diketahui, Locus Perdamaian adalah komunitas belajar anak-anak muda yang berbasis di Malang. Lembaga ini bersifat terbuka bagi kelompok milenial yang memiliki ketertarikan terhadap berbagai diskursus keagamaan, bina-damai, resolusi konflik, dan kepemudaan. Selain diskusi-diskusi santai di warung kopi, aktivitas Locus juga berorientasi pada karya menulis dan komunikasi kreatif di media sosial.  

Kegiatan ini juga berkolaborasi di antaranya dengan Carapandang.com, Muslim Milenial, Rumah Inspirasi (Rima) Malang, Mahasiswa Bergerak (Mager), Peace Literacy Network (PeaceLink), dan Equal Access International. (Afqa, kontributor Malang)

SHARE