SHARE
CARAPANDANG.COM –  Pemuda memiliki peran penting  membawa perubahan bangsa. Khususnya pemuda Islam, kehadiran mereka sangat dibutuhkan untuk membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik.

Maka itu, pemuda saat ini harus memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung pada Empat Pilar Kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Empat Pilar Kebangsaan itu harus menjadi pedoman dalam kehidupan  mereka.

Hal ini disampaikan Senator dari Kalimantan Barat, Abdul Rahmi saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Sambar, Minggu (20/1).

Perlu diketahui  kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan, antara lain  Remaja Masjid Se-Kabupaten Sambas, Pondok pesantren, Organisasi pergerakan mahasiswa serta OKP Tingkat Kabupaten Sambas, Kalimatan Barat.

Acara itu juga dihadiri perwakilan pemerintah Kabupaten Sambas serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, dan Tokoh Agama Kabupaten Sambas.

Menurutnya kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini tidak sama dengan Pedoman Penghayatan dan Pengalaman Pancasila atau yang lebih dikenal dengan P4. Empat Pilar, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan menjaga keutuhan NKRI, tersebut bukan sebuah doktrin. Melainkan sebuah pengenalan dan penanaman pilar-pilar berbangsa dan bernegara agar  semakin meneguhkan rasa nasionalisme yang saat ini perlahan mulai pudar.

''Kini Pancasila tidak populer lagi, bahkan sebagian besar dari masyarakat tidak mengerti isi Pancasila,'' ujar  salah satu Pimpinan Badan Sosialisasi dari Kelompok DPD RI ini.

Lebih lanjut Senator yang menjabat Wakil Ketua Pemangku Adat Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar ini  mengatakan nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan ini harus diamalkan. Jika nilai-nilai tersebut sudah tertancap kuat di hati para pemuda Indonesia maka persatuan bangsa akan semakin kokoh, dan mereka akan memiliki karakter Pancasila.

"Karena itulah, perekat bangsa yang membuat bangsa ini bersatu dan yang sulit pun dapat terpecahkan," sambung dia.

Menurutnya jika para pemuda tak memahami Empat Pilar ini Indonesia akan sulit menjadi bangsa yang maju. "Saya yakin mulai dari pemuda-pemudi masjid di seluruh Indonesia ini, kebersamaan Indonesia akan semakin kokoh yang akan membawa Indonesia menuju 5 besar dunia," tegasnya.

Sementara itu Ketua Jaringan Pemuda Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Kab. Sambas, Dayu mendukung penuh upaya penguatan tersebut. Menurutnya kegiatan sosiaalisasi seperti ini  tidak hanya tugas negara dan pemerintah. Namun sudah menjadi tugas kita semua sebagai anak bangsa.

Maka itu, JPRMI Kab. Sambas mengajak generasi muda, terlebih pemuda remaja masjid Kabupaten Sambas untuk senantiasa menggelorakan empat pilar bangsa ini ke seluruh lapisan masyarakat.

''Saya mendukung penuh penguatan kehidupan berbangsa dan bernegara. Aktivitas pemuda remaja masjid jangan hanya berkutat pada kajian keislaman saja melainkan juga kajian kenegaraan. NKRI harus kita jaga, NKRI harus kita majukan sebagai Bangsa yang memimpin Peradaban,'' papar Dayu.

Lebih lanjut dia mengatakan remaja harus bersikap positif dalam menyikapi perbedaan-perbedaan yang terjadi di negeri ini. Karena Indonesia merupakan negara yang sangat beraneka ragam penduduknya. Berbeda-beda akan tetapi tetap satu jua, yaitu Indonesia.

Hal senada juga disampaikan perwakilan JPRMI Provinsi Kalimantan Barat, Anggun Arianto yang hadir sebagai narasumber. Dia merasa bangsa bangga dengan semangat remaja, pemuda serta mahasiswa yang memandang perlu sosialisasi tersebut.

Dia sangat berharap dengan adanya kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini generasi muda bisa mengerti dan memahami nilai-nilai yang terkadung di dalamnya. Dan mau mengamalkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga kedepan bangsa ini akan diisi oleh pemuda-pemuda yang memiliki spirit menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

SHARE