SHARE
CARAPANDANG.COM - Provinsi Yogyakarta, Sumatera Barat dan Gorontalo menempati posisi teratas dengan prevalensi kanker tertinggi di Indonesia pada 2018.

Hal itu berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang disampaikan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Anung Sugihantono di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Di Yogyakarta prevalensinya mencapai 4,86 per 1.000 penduduk, di Sumatera Barat mencapai 2,47 per 1000 penduduk dan Gorontalo sebesar 2,44 per 1.000 penduduk.

"Ada beberapa faktor yang menyebabkan daerah-daerah tersebut tinggi angka kanker, misalnya karena merokok dan juga pola makan sehat yang kurang terjaga," kata Anung.

Secara nasional prevalensi kanker juga mengalami peningkatan dibandingkan pada 2013. Jika pada 2013 prevalensi tumor atau kanker adalah 1,4 per 1.000 penduduk, pada 2018 menjadi 1,79 per 1.000 penduduk.

Angka kejadian tertinggi di Indonesia untuk laki-laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian 10,9 per 100 ribu. Kemudian diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian 7,6 per 100 ribu penduduk.

Sedangkan angka kejadian untuk perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yaitu sebesar 42,1 per 100 ribu penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100 ribu penduduk yang diikuti kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100 ribu penduduk dengan rata-rata krmatian 13,9 per 100 ribu penduduk.

Angka-angka tersebut menempatkan Indonesia berada di posisi delapan negara dengan kejadian kanker tertinggi di Asia Tenggara, dan menjadi urutan ke 23 di Asia.

Dalam rangka mengoptimalkan pencegahan dan pengendalian kanker di Indonesia, menurut Anung Perly, adanya upaya masif yang dilakukan oleh semua pihak baik pemerintah mau pun masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian kanker.

Menjauhi rokok, alkohol, dan melakukan aktivitas fisik serta memakan makanan dengan gizi seimbang akan membuat masyarakat terhindar dari penyakit kanker, karena 43 persen kanker dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat.

SHARE