SHARE
CARAPANDANG.COM - Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Soepriyatno menginginkan agar pelaku usaha yang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dapat dibantu dengan teknologi yang canggih agar dapat menghasilkan produk yang bisa berdaya saing secara global.

Soepriyatno dalam rilis yang diterima, Jumat (1/2/2019), menyebutkan contoh salah satu UMKM di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, yang merupakan penerima KUR dan juga bergerak di bidang produksi alas kaki seperti sepatu.

"Di Mojokerto memproduksi sepatu masih manual. Harusnya kalau mau lebih maju harus menggunakan mesin, sehingga mampu memproduksi dengan cepat dan banyak," kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Soepriyatno telah memimpin tim legislator yang meninjau UMKM di Mojokerto, Jawa Timur, pada bulan Januari 2019 lalu.

Setelah meninjau tersebut, dia menyatakan bahwa masih ada sejumlah permasalahan seperti minimnya sumber daya manusia serta teknologi yang digunakan.

Untuk itu, ia mengemukakan bahwa pihaknya akan menyampaikan kepada perbankan agar penerima KUR juga dapat memperoleh bantuan peralatan yang lebih canggih.

Dengan menggunakan teknologi dan peralatan yang bersifat lebih modern tersebut, lanjutnya, maka diharapkan ke depannya juga bakal menghasilkan produksi yang semakin berkualitas.

Sebelumnya, peningkatan plafon untuk penerima program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan dari sejumlah perbankan nasional dinilai akan sangat membantu industri rumahan di berbagai daerah.

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menyatakan, pihak Komisi XI DPR telah melakukan kunjungan kerja spesifik untuk meninjau langsung beberapa pelaku industri rumahan yang selama ini mendapatkan KUR sebagai modal usahanya.

Menurut Marwan Cik Asan, diperoleh informasi bahwa tidak ada kendala baik dalam permintaan maupun dari pencairan KUR itu sendiri.

"Tapi mereka meminta agar plafonnya diperbesar. Dengan kata lain mereka bisa mendapatkan KUR dengan jumlah lebih besar lagi," kata politisi Partai Demokrat itu.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memastikan realisasi penyaluran KUR sepanjang 2018 telah mencapai Rp123,801 triliun atau 97,2 persen dari target dengan kredit bermasalah (NPL) tercatat 0,24 persen.

Sementara itu, Komite Kebijakan Pembiayaan Bagi UMKM juga telah menetapkan plafon KUR untuk 2019 mencapai Rp140 triliun, meningkat dibandingkan plafon KUR 2018 sebesar Rp123 triliun. Untuk bunganya tetap 7 persen per tahun.

Peningkatan plafon KUR tersebut mempertimbangkan antara lain pertumbuhan ekonomi 2018 yang diperkirakan 5,2 persen, pertumbuhan kredit UMKM sebesar 8,48 persen (yoy) tingkat inflasi terjaga di tingkat 2,88 persen sampai dengan September 2018. 

SHARE