SHARE
CARAPANDANG.COM - Kaum milenial sangat akrab dengan politik media digital, sehingga semua informasi yang diperoleh selalu diterima sebagai suatu kebenaran. Padahal, fenomena politik digital cenderung memproduksi isu hoaks, membenturkan politik kepentingan dan politik agitasi lainnya. 

Hal ini disampaikan pengamat politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang di Kupang, Kamis (7/2) saat ditanya soal kaum milenial dan fenomena politik digital.

Maka itu, ini sangat mengkhawatirkan. Sebab pemilih milenial  kemungkinan besar terpengaruh oleh dengan isu-isu yang tidak benar dan menyesatkan. Maka itu, untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan mengimbangi informasi politik yang sepadan dan berimbang.

Lebih lanjut dia mengatakan, generasi milenial harus memiliki ideologi politik yang kuat. Sehingga kaum milenial tidak mudah tergiring dan digiring oleh kepentingan politik praktis. Maka itu mesti dilakukan pendidikan politik yang masif bagi kaum milenial. Hal ini menuurtnya bisa dilakukan oleh partai politik, dan  Bawaslu dan KPU  untuk melakukan pendidikan pemilih secara berkelanjutan. 

Menurutnya pendidikan politik ini penting dilakukan agar kaum milenial memiliki orientasi politik yang matang dan memadai. Jika tidak dididik secara masif, maka mereka akan skeptis dan apatis terhadap politik, kata mantan Pembantu Rektor I UMK itu.

SHARE