SHARE
CARAPANDANG.COM- Musim panen buah-buahan di sejumlah daerah Sumatera Selatan yang terjadi pada akhir 2018, mampu mendongrak ekspor tanaman holtikultura hingga 30,54 persen pada kwartal IV jika dibandingkan kwartal III tahun tersebut.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu, disebutkan, panen buah-buahan terjadi serentak untuk buah duku, rambutan, durian dan manggis membuat pertumbuhan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan melonjak dari 0,57 persen pada kwartal III menjadi 4,66 persen pada kwartal IV 2018.

Hal itu karena buah-buahan asli produk lokal Sumsel ini banyak diminati negara-negara lain.

"Ini suatu keunggulan, bagaimana buah-buahan itu berbuahnya itu musiman. Benar-benar dari kebun yang tidak berbuah sepanjang tahun (bukan budidaya, red)," kata Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih.

Menurut Endang, keunggulan ini sepatutnya dikembangkan. Jika merujuk Thailand yang mampu memproduksi buah-buahan mampu berbuah sepanjang tahun, lantas mengapa Sumsel tidak bisa melakukannya.

Artinya, ia menjelaskan potensi yang sudah ada tetap dipertahankan, tapi tetap dikembangkan potensi lain sehingga sektor ini dapat menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Sumber penghidupan lain harus terus dikembangkan, karena jika hanya bertumpu pada hasil migas maka Sumsel akan mengalami kesulitan mengingat sumber daya alam tersebut akan habis (tidak dapat diperbarui).

Menurut dia, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sangat menjanjikan di Sumsel karena memiliki keunggulan berupa luas areal perkebunan.

Namun, dibalik keunggulan tersebut terdapat juga sejumlah ancaman yakni bencana kebakaran hutan dan lahan, kata dia.

Berdasarkan rilis BPS diketahui sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Sumsel tumbuh lebih baik tahun 2018 jika dibandingkan tahun 2017. Jika pada kwartal IV 2017 tumbuh 2,77 persen, kini mampu tumbuh 4,66 persen pada kwartal IV 2018.
 

SHARE