SHARE
CARAPANDANG.COM - Warga di Desa Koluwoka Kecamatan Sumalata Timur, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, secara swadaya mengumpulkan dana untuk membantu salah satu warga penderita kanker payudara di wilayah itu.

"Warga sangat prihatin sebab salah satu warga di desa ini, yaitu Sumi Saleh, kondisinya semakin parah karena mengidap kanker payudara, namun tidak mampu mendapatkan perawatan karena kondisi keluarga yang sangat miskin," kata penggiat Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Gorontalo Utara yang ikut memprakarsai pengumpulan dana, Risan Demanto, di Gorontalo, Minggu (10/2/2019).

Ia mengatakan, kendala yang dihadapi masyarakat miskin di daerah itu, adalah biaya hidup selama pasien menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS).

"Untuk pengobatan pasien selama di RS pasti ditanggung melalui BPJS Kesehatan, namun biaya bagi keluarga yang akan menemani menjadi kendala utama," ujarnya.

Kondisi pasien yang terbilang parah, sangat memprihatinkan sehingga mendorong seluruh warga di Komunitas Adat Terpencil (KAT) itu, untuk mengumpulkan dana secara swadaya.

"Pasien merupakan peserta Program Keluarga Harapan (PKH) yang memiliki tiga orang anak, namun penghasilan keluarga yang sangat rendah sebagai petani penggarap, membuat mereka kesulitan ke RS yang jaraknya sangat jauh dari kecamatan yang ada di bagian Barat itu," kata Risan.

Ia menjelaskan, pasien sebelumnya telah menjalani pengobatan di RS yang ada di Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Namun, kondisi penderita yang tidak bisa ditangani di RS itu, harus dirujuk ke RS lainnya, seperti yang ada di Kota Manado.

Kendala biaya ambulans dan pembiayaan selama di RS luar daerah dirasa sangat sulit bagi pasien dan keluarga.

Risan mengaku, selain pengumpulan dana, beberapa upaya telah dilakukan seperti mengadukan kondisi ketidakmampuan mereka membayar ambulans yang akan digunakan ke Manado, yang hingga kini belum mendapatkan solusi.

Warga Koluwoka berharap, pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi penderita miskin yang bebas biaya perawatan di seluruh tingkatan fasilitas kesehatan, baikPpuskesmas maupun RS.

Namun kesulitan memikirkan biaya akomodasi selama menjalani perawatan.

"Kasus-kasus seperti ini banyak dijumpai, sehingga penderita memilih pasrah untuk berobat padahal masih bisa diobati," ujarnya.

Ia berharap, pemerintah daerah bisa hadir memberikan solusi untuk penderita miskin yang akan menjalani perawatan rujukan ke RS di luar daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, dr Wardana Harun mengatakan, pihaknya intensif menggelar sosialisasi dan deteksi dini penyakit kanker leher rahim (IVA Test) dan kanker payudara (CBE/Clinical Breast Examination).

Kegiatan itu dipusatkan di Puskesmas di seluruh kecamatan, untuk mendekatkan pelayanan bagi masyarakat, serta memberikan pemahaman pencegahan penyakit kanker. Menurut ia, salah satu implementasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) adalah melakukan pemeriksaan kesehatan. Deteksi dini ini adalah termasuk dalam salah satu pemeriksaan khususnya ibu-ibu.

"Dalam peluncuran "Germas", dianjurkan orang sehat memeriksakan kesehatan secara rutin dan bagi para ibu, sangat disarankan melakukan IVA tes dan periksa payudara," kata Wardana.

SHARE