SHARE
CARAPANDANG.COM -  Peneliti dari Institute for Indonesia Local Policy Studies (ILPOS), Broery Doro Pater Tjaja berharap dabat putran Pilpres yang akan digelar 17 Februari mendatang  masing-masing calon harus semakin mempertajam visi-misinya, khususnya dalam bidang  energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup sesuai dengan tema yang diangkat pada debat tersebut. 

Broery berharap pada debat kali ini masing-masing calon semakin memperjelas keberpihakannya dalam hal ketahanan energi. Pasalnya energi merupakan hal yang paling penting. 

"Energi menjadi topik pemantik debat yang baik karena dari sini dapat diukur seberapa jauh keberpihakan pasangan calon terhadap isu yang menyangkut hajat hidup dan masa depan rakyat banyak ini," katanya di Jakarta, Senin (11/2).

Menurutnya pada debat putaran pertama harus menjadi evaluasi masing-masing calon. Sebab menurutnya masing-masing calon masih terkesan hanya saling menyerang dan berusaha terlihat benar di balik kamera. 

Maka itu patut disayangkan jika situasi tersebut akan terulang kembali pada debat putaran kedua ini. Sehingga dia meminta masing-masing calon untuk memperbaiki diri saat tampil nanti. Sebab melalui debat inilah akan menjadi pendidikan politik bagi masyarakat.

"Sebab semestinya debat adalah ruang pemaparan visi berkualitas yang dapat mempengaruhi massa atau meyakinkan massa bahwa pasangan calon bersangkutan adalah anak terbaik bangsa yang siap menjadi presiden dan wakil presiden terutama untuk isu-isu yang terkait energi," kata Mahasiswa Program Doktoral Studi Pembangunan UKSW itu.

Sebagian masyarakat menunggu paparan visi pasangan calon terkait persoalan energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut dia, debat harus mampu mencerminkan pendapat pasangan calon dengan baik sehingga ajang tersebut berpengaruh langsung terhadap elektoral pasangan.

"Intinya, debat seharusnya merupakan ajang pendidikan politik bagi semua kalangan. Bila debat berikutnya masih seperti debat pertama ini, maka panggung debat capres hanya akan mewarnai media massa dengan pemberitaan saling serang dan hujat yang tidak akan mencerdaskan warga," katanya.

Imbasnya, kata dia, pemilu yang seharusnya mempersatukan justru bisa sampai pada tataran konflik. "Hal ini tentu saja tidak kita inginkan. Kami berharap pada debat putaran kedua ini, setiap pasangan calon akan fokus pada gagasan membangun negara dan bangsa sehingga debat tersebut akan menjadi pendidikan politik yang baik bagi masyarakat," kata Mantan Kabid Litbang Pengurus Pusat GMKI itu.

SHARE