SHARE
CARAPANDANG.COM -  Tenaga honorer khusus di sektor pendidikan masih kurang mendapat perhatian dari pemerintah. Pasalnya mereka masih jauh dari kata sejahterasa. Banyak dari mereka digaji sebesar Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per bulan.

Hal ini disampaikan Ketua X DPR RI Sutan Adil Hendra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (7/3). 

Gaji sebesar itu sungguh sangat tidak sebanding dengan kerja mereka. Mereka telah mengabdikan dirinya untuk turut mencerdaskan anak bangsa. 

"Mereka telah memberikan pengabdian yang begitu besar, tapi sekadar ketika ada pengangkatan PNS, justru tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah," kata Sutan.

Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, honorer K2 yang belum diangkat berjumlah 351.965, sedangkan saat ini kebutuhan guru PNS sejumlah 988.133. Menurut dia, selain tenaga K2, pemerintah dianggap kurang memperhatikan tenaga non-K yang sebenarnya mempunyai peran yang cukup penting meskipun untuk non-K hanya berada di posisi operator.

"Ini merupakan ketidakadilan yang dilakukan oleh pemerintah. Untuk itulah persoalan guru honorer menjadi prioritas di Pemerintahan Prabowo-Sandi," ujarnya lagi.

Sementara itu Pimpinan Forum Honorer Guru dan Tenaga Kependidikan Nurul Hamidah meminta agar pemerintah bisa segera menyelesaikan carut marut yang tidak kunjung selesai tersebut. Hal tersebut, menurut dia, disebabkan terhambat penyelesaian masalah tenaga K2 semakin memperlambat penyelesaian status non-K.

"Kami mengharapkan adanya regulasi untuk non k karena sampai dengan saat ini untuk non-K belum mendapatkan pengakuan dari pemerintah daerah seperti persoalan SK, termasuk juga upah yang saat ini masih seadanya," kata Nurul pula.

SHARE