SHARE
CARAPANDANG.COM - Delapan siswa peserta USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasional) sibuk mengutak-atik layar smartphone di salah satu ruang kelas SMAN 1 Banyuwangi, Selasa (5/3) pagi. Di saat yang bersamaan, 12 siswa yang lain tampak serius menghadap ke layar komputer jinjing alias laptop.

Meski berbeda cara, para siswa itu memiliki tujuan yang sama. Mereka sama-sama berusaha mengerjakan soal-soal yang sangat menentukan kelulusan, yakni USBN. Ya, tahun ini merupakan kali pertama siswa di Bumi Blambangan, bahkan di Indonesia, melaksanakan USBN Berbasis Komputer dan Smartphone (BKS). Di SMAN 1 Banyuwangi, siswa dibebaskan memilih media untuk mengerjakan soal. Bisa memilih mengerjakan ujian dengan komputer atau dengan gadget.

Wakil Kepala SMAN 1 Banyuwangi Bidang Kurikulum Lis Dewanto mengatakan, peserta USBN di sekolah yang dikenal dengan sebutan Smanta itu mencapai 278 orang. Mereka dibagi dalam 14 ruang dengan jumlah peserta paling banyak 20 orang per ruang. ”Anak-anak kami bebaskan memilih mengikuti ujian dengan laptop atau smartphone,” ujarnya.

Lis Dewanto menuturkan, hingga pelaksanaan hari kedua, USBN di SMAN 1 Banyuwangi berjalan lancar. Selain sudah beberapa kali menggelar simulasi dan tryout, pihaknya juga sudah menggelar ujian menggunakan gadget, tepatnya pada ujian semester genap untuk siswa kelas 12. ”Sehingga anak-anak sudah terbiasa mengerjakan soal dengan ponsel android,” tuturnya.

Salah satu peserta ujian yang menggunakan smartphone, Aisha Rosi Fatmawati, mengatakan, mengerjakan soal menggunakan gadget memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan ujian berbasis kertas pensil. ”Waktu tidak banyak terbuang untuk mengarsir jawaban pada lembar jawaban,” kata dia.

Namun demikian, Aisha mengaku mengerjakan soal menggunakan gadget juga memiliki beberapa kelemahan. Salah satunya mata lebih mudah lelah. Terlebih pada mata pelajaran (mapel) yang soalnya panjang-panjang, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Masih menurut Aisha, mengerjakan soal menggunakan laptop lebih enak dibandingkan menggunakan smartphone. Sebab, layar laptop lebih besar dibandingkan layar smartphone. ”Jadi, kalau baca soal tidak perlu terlalu dekat dengan mata, sehingga mata tidak mudah lelah,” terangnya.

SHARE