SHARE
CARAPANDANG.COM - Pelajar merupakan aset  terpenting untuk menentukan masa depan suatu bangsa. Maka itu, pelajar Indonesia harus terselamatkan dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Hal ini disampaikan Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotia (GRANAT) Sumut, Hamdani Harahap, di Medan, Rabu (13/3). 

Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar menyelamatkan pelajar dari ketergantungan narkoba. Jika tidak maka yang akan dirugikan adalah masa depan dari bangsa Indonesia. 

"Pemakaian narkotika di tanah air ini, sudah sangat membahayakan dan sasaran dari bandar narkoba tersebut adalah kalangan dari generasi muda harapan bangsa," katanya. 

Secara tegas dia menyatakan perang terhadap narkoba harus benar-benar dilakukan. Jika tidak ini sangat berbahaya. Sebab saat ini, Indonesia telah dijadikan sasaran utama pemasaran narkoba di wilayah Asia Tenggara dan juga dunia.

"Selain itu, permintaan narkoba cukup tinggi dan paling mudah menyelundupkan barang terlarang itu, ke Indonesia," ujar Hamdani.

Ia menyebutkan, Indonesia juga dianggap sebagai pasar terbaik peredaran narkoba karena terbukti semakin banyaknya barang "haram" itu beredar di Tanah Air. Narkotika yang sangat berbahaya itu, banyak yang berasal dari China dan beberapa negara lainnya. "Jadi, Indonesia selama ini tempat yang sangat strategis bagi peredaran narkoba oleh sindikat internasional dari berbagai negara di dunia," ucap dia.

Hamdani menjelaskan, hukum di Indonesia juga masih lemah dan perlu dikaji ulang, karena pengedar narkoba dihukum cukup ringan, serta tidak membuat efek jera bagi mereka. Kesadaran masyarakat untuk melaporkan peredaran narkoba masih rendah dan hal itu perlu diberikan pemahaman, sehingga pemberantasan narkotika tersebut sesuai yang diharapkan pemerintah.

Hal tersebut, harus mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, kalau tidak ingin Indonesia tetap menjadi negara yang dijadikan ajang bisnis narkoba. "Pemerintah melalui Polri, BNN dan intitusi terkait diharapkan agar lebih gencar melaksanakan razia dan masuknya narkoba dari luar negeri untuk menyelamatkan bangsa dan negara, serta rakyat Indonesia," katanya.
 

SHARE