SHARE
CARAPANDANG.COM – Pendidikan merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini disampaikan Anggota DPD RI dari daerah pemilihan Provinsi Kalimantan Barat, Abdul Rahmi pada Sosialisasi 4 pilar MPR RI di Masjid Besar Desa Limbung, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (02/05).

Selain Abdul Rahmi, kegiatan yang bertajuk ‘Haruskah Sosialiasi 4 Pilar MPR RI Masuk dalam Kurikulum Pendidikan?’ ini juga menghadirkan narasumber lain, yakni Ketua Persatuan Majelis Ta’lim (Permata) Desa Limbung Murdiana Masyhur.

Pada kesempatan itu Abdul Rahmi  yang juga Kelompok DPD di MPR RI mengusulkan agar sosialiasi 4 pilar MPR RI  ini  menjadi kurikulum pendidikan sejak tingkat  SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi baik di sekolah pemerintah maupun swasta.  Menurutnya hanya melalui kurikum sosialiasi itu akan berjalan efektif dan mengamalkannya dalam kehidupan bermasyarakat.

“Sebagai ideologi, 4 pilar MPR RI ini harus menjadi kurikulum pendidikan. Karena memahami nilai-nilai Pancasila, Keindonesiaan, keragaman, kebhinekaan, kearifan lokal itu ya melalui kurikulum pendidikan yang paling efektif,” ujarnya.

Selain melalui kurikulum sekolah, agar sosialisai ini berjalan efektif, bisa memaksimalkan media sosial. Menurutnya jika instrument media sosial ini dikelola secara efektif dan sistematis akan memberikan dampak yang sangat luar biasa dalam menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam 4 Pilar Kebangsaan tersebut.

“Seperti bukti-bukti salah input KPU, ini menjadi berita nasional karena diberitakan oleh jejaring medsos secara massif. Maka ini bisa dirumuskan untuk sosialiasi sehingga menjadi produk medsos,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan peran elit dan tokoh masyarakat juga sangat penting. Maka itu dia meminta kepada elit dan tokoh masyarakat  harus menjadi contoh, teladan, dan panutan di tengah krisis teladan sekarang ini.

Dia mencontohkan misalnya gaya hidup yang sederhana, jujur, taat aturan, dan hukum yang berlaku, menghormati orang tua, dan orang yang lebih tua, dan kearifan lokal lainnya. “Kalau tidak, maka masyarakat akan mengikuti arus globalisasi yang tanpa arah atau kebablasan,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Permata Desa Limbung Murdiana Masyhur. Dia mendukung Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ini di masukan ke dalam kurikulum pendidikan dari tingkat dasar, menengah sampai perguruan tinggi.

“Juga, perlu evaluasi dengan model mengumpulkan masyarakat dengan pidato dan semacamnya, karena masyarakat dengan model itu bisa bosan. Untuk itu diperlukan pemikiran yang lebih kreatif lagi untuk sosialiasi ke depan,” ujarnya.

Dia menilai sosialiasi selama ini ada yang baik dan ada yang kurang. Karena itu dibutuhkan strategi budaya sama dengan halnya pendidikan karakter.

“Kalau itu berjalan, maka kita akan mendapat cahayanya dan disitulah indahnya kebersamaan. Seperti halnya dengan orang sakit masuk rumah sakit, masih ditanya siapa yang menjamin? Seharusnya, yang menjamin itu 4 pilar,” katanya.

SHARE