SHARE
CARAPANDANG.COM - Kepala Bidang Distribusi Statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau, Rahmad Iswanto, memperkirakan inflasi di daerah setempat meningkat saat Ramadhan 1440 Hijriah. 

"Kalau Ramadhan biasanya inflasi kita lebih tinggi dari bulan-bulan biasanya," kata Rahmad di Tanjungpinang, Jumat (3/5/2019). 

Menurut Rahmad, seperti tahun-tahun sebelumnya, tingginya inflasi di bulan Ramadhan dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok. 

Kenaikan harga bahan pokok, kata dia, dipengaruhi berkurangnya pasokan sembako, sementara keperluan masyarakat terhadap bahan pangan saat puasa relatif tinggi. 

Dia mengimbau, pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengawasi ketersediaan pasokan dan gejolak harga bahan pokok pada Ramadhan dan Idul Fitri. 

"Terutama bahan pokok seperti ikan, daging, telur, dan cabai harus tetap diwaspasai agar tetap stabil," kata dia. 

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan, BPS mencatat Kepri mengalami inflasi sebesar 0,18 persen (mtm) pada April 2019. 

Inflasi ini terjadi karena Indeks Harga Konsumen (IHK) Kepri dari 136,93 pada bulan Maret 2019 menjadi 137,18 pada bulan April 2019. 

Menurut data BPS, dliihat dari kelompoknya, inflasi yang terjadi pada April disebabkan naiknya indeks empat kelompok, yaitu kelompok bahan makanan naik 0,90 persen, kelompok makanan jadi seperti minuman rokok dan tembakau naik 0,09 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,12 persen dan kelompok kesehatan naik sebesar 0,10 persen.

SHARE