SHARE
CARAPANDANG.COM - Direktorat Jenderal (Ditjen) Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan,   Bondan Tiara Sofyan  pihaknya mendorong agar pertahanan nirmiliter menjadi bagian dari program nasional yang harus diemban oleh seluruh kementerian/lembaga dalam menghadapi kompleksitas ancaman non-militer.

"Kami akan mendorong dan mengkoordinasikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) agar pertahanan nirmiliter menjadi bagian dari program nasional yang harus diemban oleh seluruh kementerian/lembaga," ujarnya saat menyampaikan sambutan pada FGD Tindak Lanjut Permenhan No 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Strategis Pertahanan Nirmiliter Tahun 2019, di Kantor Kemhan, Jakarta, Rabu (8/5).

Dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasubdit SDM Ditkomduk Ditjen Pothan Kemhan Kolonel Inf Purwanto, Bondan mengatakan setelah menjadi program nasional, maka seluruh kementerian/lembaga harus menjabarkan Iebih Ianjut dalam program kerja dan anggarannya. Menurut dia, masalah pertahanan negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Kemhan dan TNI semata akan tetapi menjadi hak dan kewajiban setiap warga negara, termasuk di dalamnya peran dari kementerian/lembaga.

Lebih lanjut dia mengatakan Kedudukan kementerian/lembaga dalam pertahanan nirmiliter memiliki peran yang sangat penting karena kementerian/lembaga yang paling sering kemungkinannya dihadapkan dengan munculnya permasalahan yang dapat berpotensi menjadi ancaman nonmiliter. Selain itu, kementerian/lembaga juga memiliki kewenangan dalam pengelolaan, pembinaan dan pendayagunaan sumber daya nasional guna menjamin keberhasilan pembangunan nasional secara berkelanjutan untuk kepentingan kesejahteraan, maupun untuk mendukung kepentingan pertahanan negara, baik dalam menghadapi ancaman nonmiliter maupun sebagai kekuatan pendukung untuk menghadapi ancaman militer.

Oleh karena itu, kata Bondan, potensi kekuatan dalam menghadapi ancaman nonmiliter yang berada di kementerian/lembaga, yang bertumpu pada kualitas sumber daya manusia yang memiliki kesadaran bela negara dan profesionalisme dalam mengelola dan mendayagunakan sumber daya nasional perlu terus diberdayakan.

"Kualitas itu dibutuhkan oleh bangsa Indonesia saat ini, guna meniadakan timbulnya berbagai permasalahan yang dapat memicu terjadinya ancaman terhadap pertahanan negara yang bersifat nonmiliter," ucapnya.
 

SHARE