SHARE
CARAPANDANG.COM- Kendaraan roda empat yang tak mengantongi stiker lulus uji emisi dipastikan tidak diperbolehkan parkir di gedung parkir Kantor Wali Kota Jakarta Utara.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, sosialisasi penerapan stiker lulus uji emisi dilakukan untuk mendorong program perbaikan kualitas udara di DKI Jakarta.

"Kami sudah pasang spanduk untuk mensosialisasikan itu. Kemungkinan akan diterapkan pekan depan bekerjasama dengan Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Utara," kata Ali, saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu.

Mekanismenya, dia menjelaskan, petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) akan memvalidasi stiker lulus uji emisi tersebut melalui aplikasi berbasis android bernama 'e-Uji Emisi'.

Dia mengharapkan pemilik kendaraan telah melakukan uji emisi di bengkel resmi dan mendaftarkannya dalam aplikasi tersebut.

"Nanti kami hadirkan juga mesin uji emisi. Kami akan berikan teguran terlebih dahulu. Namun setelah itu, baru diterapkan larangan parkir bagi kendaraan yang belum atau tidak lulus uji emisi," ujarnya lagi.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara Benhard Hutajulu menerangkan, penggunaan moda transportasi umum menjadi alternatif menuju kantor Wali Kota Jakarta Utara. Apalagi seluruh jenis moda transportasi umum, mulai dari kereta rangkaian listrik (KRL) hingga Jak Lingko sudah terintegrasi dengan TransJakarta.

Dia mencontohkan, masyarakat dari luar Jakarta bisa menggunakan kereta dan berhenti di Stasiun Tanjung Priok, terintergrasi dengan TransJakarta di Terminal Tanjung Priok yang bersebelahan dengan stasiun tersebut.

"Bisa juga menggunakan Jak Lingko. Travel time (waktu berjalan) pun sudah cepat karena tidak menarik turunkan penumpang di sembarangan tempat. Harus di bus stop bertuliskan Jak Lingko," katanya pula.

SHARE