SHARE
CARAPANDANG.COM - Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar melaksanakan kegiatan Pembekalan Calon Guru Inti  Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi gelombang ke-7 yang diselenggarakan pada  tanggal 26 Juli s.d. 2 Agustus 2019, di Hotel Grand Mercure Mirama, Surabaya.

Peserta kegiatan merupakan calon guru inti yang berasal dari 43 kota dari 17 Provinsi di Indonesia yang meliputi Aceh, Banten, D.I. Yogyakarta, Dki Jakarta, Gorontalo, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Bersamaan dengan yang diadakan di Surabaya, kegiatan serupa juga dilaksanakan di Jakarta, Makassar, dan Bali-2. Kegiatan Pembekalan Calon Guru Inti  Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi juga ada yang sudah selesai dilaksanakan, diantaranya di Surabaya-1, Bali-1, Solo, dan Yogyakarta. Secara keseluruhan kegiatan tersebut telah diikuti 2032 orang guru yang terdiri dari Guru kelas Sekolah Dasar dan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Pendidikan Pancasial dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama.

Memberikan laporan kegiatan, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan, Supriano mengatakan “kegiatan Pembekalan Calon Guru Inti  Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi bertujuan untuk menyiapkan guru inti yang unggul dalam mendukung Program PKP berbasis zonasi sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya dan meningkatkan pemahaman dan kompetensi guru inti dalam Program PKP berbasis zonasi terkait konsep, strategi penggunaan perangkat, dan strategi pelaksanaan PKP dalam kelompok kerja pada zonasinya masing-masing yang pada akhirnya adalah meningkatkan kulaitas peserta didik”.

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Ditjen GTK telah mempersiapkan program PKP ini dengan mempersiapkan seluruh perangkat pembelajaran yang dibutuhkan, mulai dari 1) Pedoman, 2) Juknis, 3) Buku perangkat pembelajaran Narasumber dan Guru Inti, 4) Unit Pembelajaran, 5) Buku pegangan desain pembelajaran HOTS, 6) Buku Penilaian berorientasi HOTS," imbuh Supriano dalam laporannya.

Kegiatan Pembekalan Calon Guru Inti  Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Berbasis Zonasi gelombang ke-7 di Surabaya ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.  Mendikbud dalam arahannya meyampaikan, “Dengan sistem zonasi ini guru bersama komunitasnya saling bertukar informasi, pengetahuan, dan keterampilan tentang bagaimana meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran serta meningkatkan kualitas lulusan peserta didik kita”.

Lebih lanjut, Mendikbud mengatakan bahwa Program Peningkatan Kompetensi Pembelajaran (PKP) berbasis Zonasi ini diharapkan guru mampu mendesain pembelajaran dan penilaian di kelas dengan menerapkan konsep pembelajaran Higher Order Thinking Skills (HOTS) sehingga mencetak peserta didik yang pintar, sukses, dan menjadikan siswa yang unggul serta mampu bersaing di tingkat internasional.

“Kurikulum 2013 yang kita gunakan sebenarnya sudah HOTS, hanya saja bagaimana guru mampu menterjemahkan amanat kurikulum tersebut dalam proses pembelajaran dikelas. Program PKP dikembangkan dengan harapan bahwa guru mampu merancang proses pembelajaran yang memunculkan 3 Aspek pembelajaran yang berorientasi kepada HOTS, yaitu. 1). Pembelajaran sebagai Transfer knowledge, 2). Pembelajaran Sebagai Creative dan Critical Thinking, dan 3). Pembelajaran sebagai Problem Solving," imbuh Mendikbud.

SHARE