SHARE
CARAPANDANG.COM - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto telah membuat langkah membatasi warga negara asing (WNA)  masuk ke  wilayah Papua. Langkah yang dilakukan Wiranto ini bertujuan  mencegah masuknya provokator yang ingin memperkeruh suasana di Papua dan Papua Barat yang kian kondusif dan demi keselamatan mereka sendiri.

Menurut Wiranto dengan pembatasan itu warga asing yang ingin ke Papua harus melalui persyaratan-persyaratan tertentu dan melewati skrining. Jika situasi di Papua dan Papua Barat sudah benar-benar kondusif seperti sediakala, kata dia, warga asing justru didorong untuk berwisata ke Papua.

Menanggapi pernyataan Menkopolhukam, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mendukung kebijakan tersebut. Menurutnya kebijakan tersebut wajar dilakukan, dan ini juga  demi keselamatan  bagi WNA itu sendiri. 

"Ya, mungkin untuk sementara ini, saya kira wajar hal itu dilakukan karena itu juga demi keselamatan mereka sendiri (WNA)," katanya  di Gedung MPR-DPR, Jakarta, Jumat (6/9). 

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan langkah yang dilakukan Menkopolhukam bertujuan untuk memulihkan keamanan dan ketertiban di Papua.

Terkait kebijakan bebas visa masuk Papua, menurut Fadli ini diterapkan terburu-buru. Mestinya kebijakan tersebut harus diawali dengan kajian terlebih dulu. "Untuk kepentingan apa? Bukan berarti tidak bebas, kecuali untuk kegiatan yang pariwisata, ecotourism, itu saya kira harus kita dukung," katanya.

Akan tetapi, kata dia, di luar kepentingan pariwisata harus ada seleksi terhadap warga asing yang akan masuk ke Papua."Karena mungkin ada pihak-pihak yang berkeinginan melakukan tindakan-tindakan di luar keinginan kita, termasuk memberitakan berita yang tidak benar," ujarnya

SHARE