SHARE
CARAPANDANG.COM – Poltracking Indonesia mengumumkan temuan hasil survei nasional. Berdasarkan hasil survey yang dilakukan pada 27 Januari-3 Februari 2018 menunjukan mayoritas responden memilih PDI Perjuangan bila Pemilu dilakukan saat ini.

Survei yang menggunakan metode stratified multified random sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam survey tersebut sebanyak 1200 responden, dengan margin of error 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

PDIP memperoleh 26,5%, disusul di nomor dua ada Partai Gerindra 13,4% dan Partai Golkar dengan raihan 11,3% di urutan ketiga. Di urutan menengah ke bawah, ada PKS (4,6%), PAN (3,6%), Partai NasDem (3,3%), PPP (2,7%), Partai Hanura (2,3%), Perindo (2,1%), PSI (2,1%), PBB (0,5%), PKPI (0,3%), lainnya (0,2%), tidak tahu/tidak menjawab (15,2%).

Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yudha mengatakan tingginya elektabilitas PDI Perjuangan dipengaruhi oleh figur Jokowi. Sehingga PDI Perjuangan sangat diuntungkan mendapatkan berkah electoral dari Jokowi.

“Saya menilai tingginya elektabilitas PDI Perjuangan karena diasosiakan dengan Pak Jokowi. Sebab Jokowi dipastikan akan kembali maju pada Pilpres 2019 nanti,” kata Hanta saat memaparkan hasil Temuan Survei Nasional yang bertajuk “Peta Elektoral Kandidat&Prediksi Skenario Koalisi Pilpres 2019” di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta Pusat, Minggu (18/2).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Politisi Muda PDI Perjuangan Maruarar Sirait tingginya elektabilitas partai banteng ini karena memiliki dua figure yang sangat kuat. Sehingga partainya semakin dicintai oleh rakyat.

Maruarar mengungkap dua figure yang dimaksud adalah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarno Putri dan Presiden Joko Widodo.“PDI Perjuangan sangat beruntung memiliki kedua figur ini sehingga rakyat makin cinta dengan partai ini,” katanya.

Pria yang akrab disapa Ara ini mengatakan figur Ketua Umum Megawati Sukarno Putri memiliki magnet untuk mempersatukan internal partai. Sehingga PDI Perjuangan menjadi partai yang solid.  Sementara itu, figur Jokowi menjadi magnet elektoral bagi PDI Perjuangan. Kerja nyata yang dilakukan selama ini Jokowi makin  dicintai oleh rakyat. 

"Kedua figur inilah yang menjadikan PDI Perjuangan semakin dicintai rakyat.Hal tersebut dapat terlihat dari sejumlah lembaga survei yang menempatkan PDI Perjuangan dengan elektabilitas tertinggi. Hal tersebut juga semakin diperkuat oleh hasil survei Poltracking yang masih menempatkan PDI Perjuangan sebagai partai tertinggi secara elektabilitas," jelasnya. 

Lebih lanjut  Ara mengatakan PDI Perjuangan akan membuat sejarah  dalam perpolitik di Indonesia. Dia sangat optimis dengan adanya kedua figur ini maka PDI Perjuangan akan kembali menjadi pemenang dalam Pilpres 2019 nanti.

"PDI akan membuat sejarah. Sebab pasca reformasi tidak ada partai politik yang bisa menjadi pemenang secara berturut-turut," ujarnya.

Dia menjelaskan, pada pemilu tahun 1999 PDI Perjuangan menjadi pemenang. Tapi pada pemilu 2004 partai Golkar yang menjadi pemenang. Sementara itu Partai Demokrat menjadi pemenang pada pemilu 2009. Dan pada pemilu 2014 PDI Perjuangan kembali menjadi pemenang.

"Saya optimis PDI Perjuangan akan kembali menang di pemilu 2019. Ini akan menjadi sejarah    baru kami bisa menang  berturut-turut," katanya.

Ara menjelaskan keoptimisan yang dia sampaikan memiliki alasan yang masuk akal. Karena masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi.

" Rakyat Pasti akan memilih partai yang kadernya telah bekerja untuk kepentingan rakyat. Inilah yang sudah dilakukan oleh pak Jokowi,"demikian Ara.

SHARE