SHARE
CARAPANDANG.COM - Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menegaskan jelang Ramadhan sembako tidak akan naik. Bahkan, kata dia, yang ada bahan pokok akan turun pada bulan ini. Hal itu dikatakan Lukita saat berkunjung ke Bali dan meninjau langsung pasar tradisional di kawasan Kabupaten Badung, Bali.

"Tidak ada kenaikan harga, yang ada adalah penurunan harga," katanya, Selasa (8/5/2018).

Lukita menegaskan bahwa semua harga bahan pokok turun, seperti bawang putih, cabai kemudian juga beras dan lain-lainnya. 

"Beras turun Rp 8.950, yang dari target kita Rp 9.450. Kemudian beras premium dari Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 12.800 menjadi Rp 12.000. Kemudian, daging ayam turun dan bahkan khusus daging ayam dan telur itu kita bikin acuan harga bawah dan atas, dan itu di bawah harga acuhan atas. Jadi kita tidak mau peternak dan pedagang itu bangkrut, dan kini suplainya berlebihan," jelasnya.

Kemudian, sambungnya, harga gula juga turun dari harga Rp 12.500 menjadi Rp 11.500. Itu juga berlaku untuk harga minyak goreng kemasan sederhana yang menurut Lukita masih stabil diharga Rp 11.000. Kemudian minyak goreng curah Rp 10.000. Jadi secara keseluruhan stabil dan cenderung turun.

Meski demikian, Lukita mengatakan akan tetap mengantisipasi harga, salah satunya dengan mendorong suplai. Selain itu, yang menjadi perhatian serius tentang bahan pokok adalah beras. 

"Kita berikan perhatian serius pada beras, seluruh pedagang beras di pasar tradisional wajib menjual beras medium," tegasnya.

Hal ini bukan hanya di kota besar saja, Dia mengungkapkan, untuk harga di daerah lain di Indonesia juga cenderung turun. Karena hampir 32 Provinsi sudah dikunjungi langsung oleh para Ekselon 1 Kementrian Perdagangan.

"Jika ada satu atau dua diatas HET langsung kita cegah. Jadi semua rata, dan itu bukan hanya sesaat menjelang Lebaran saja. Tetapi ini, akan terus dan di pantau oleh BPS, dan terbukti dalam bulan ini kita deflasi dan saya harap dalam bulan depan, kita juga deflasi. Karena Presiden memerintahkan harga harus turun tidak boleh ada kenaikan," katanya.

SHARE