SHARE
CARAPANDANG.COM - Sejarah dan peristiwa penting tanggal 12 Mei berkaitan dengan tragedi berdarah antara mahasiswa dengan aparat. Dilansir dari jurnal pada situs www.kontras.org dengan judul Kertas Posisi Kontras Kasus Trisakti, Semanggi I dan II Penantian dalam Ketidakpastian disebutkan bahwa tanggal 12 Mei dikenal degan tragedi Trisakti.

Masih dalah jurnal yang sama disebutkan bahwa tragedi tersebut berlangsung pada tahun 1998 dimana kondisi Indonesia dalam keadaan memanas. Mahasiswa seluruh Indonesia turun ke jalan untuk melakukan aksi menuntut perubahan pemerintah yang demokratis serta dilakukannya reformasi total.

Dalam penanggulangan aksi tersebut seringkali dilakukan secara represif, melalui pembubaran aksi-aksi demonstrasi mahasiswa, penembakan di luar proses hokum. Sehingga pada 12 Mei 4 orang mahasiswa Trisakti tertembak dan gugur yaitu Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto dan Hendrawan Sie. Selain itu korban luka-luka dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia mencapai 681 orang.

Menurut situs kompas.com tragedi Trisakti merupakan simbol perlawanan mahasiswa Indonesia terhadap pemerintahan Orde Baru. Perlawan mahasiswa ini semakin mendidih dalam upaya penuntutan reformasi yang berdampak menuntut Presiden Soeharto agar turun dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia kala itu.

Menurut situs www.liputan6.com pada tanggal 20 Mei Gedung DPR-MPR dikuasai oleh mahasiswa dan keesokan harinya dihadiri oleh awak televisi yang dipanggil ke Istana Kepresidenan menjadi saksi pengunduran diri Soeharto sebagai Presiden dan dilantiknya BJ Habibi sebagai Presiden Baru.

SHARE