SHARE
CARAPANDANG.COM - Saat bulan Ramadan tiba, salah satu golongan orang yang memerlukan perhatian ekstra adalah para penderita maag. Sebab, jika puasa tidak dilakukan dengan cara-cara yang tepat, maka bisa memperparah kondisi penyakit mag yang dimilikinya.

Penyakit maag adalah gangguan pada lambung di mana terjadi peningkatan asam lambung, hingga ditandai dengan keluhan nyeri pada ulu hati, sesak napas, mudah mual dan muntah atau kembung. Anda sebagai penderita mag tentunya juga berkeinginan untuk melaksanakan ibadah puasa, seperti umat muslim lainnya. Menurut dr. Dyah Novita Anggraini dari KlikDokter, penderita mag yang melakukan puasa dengan cara yang tepat justru berpotensi untuk mendapatkan kesembuhan.

Sebab, puasa yang baik dan benar akan membuat penderita memiliki jadwal makan yang lebih teratur, yakni pada saat sahur dan berbuka. Dengan demikian, lambung akan terbiasa dengan pola makan tersebut. “Dengan berpuasa, racun yang ada di dalam saluran pencernaan akan dibersihkan. Sehingga, momen puasa ini justru sangat baik untuk memulihkan penyakit mag. Namun, penderita juga harus mengikuti aturan main yang baik,” jelas dr. Vita.

Tips berpuasa untuk penderita maag:

1. Berkonsultasi ke dokter

Pastikan Anda ada dalam kondisi aman untuk berpuasa. Lakukan konsultasi dengan dokter Anda. Jika kondisi tidak memungkinkan seperti adanya gejala pendarahan dan BAB hitam, biasanya dokter akan menyarankan Anda untuk tidak berpuasa terlebih dahulu hingga kondisi Anda membaik.

2. Jangan lewatkan makan sahur

Wajib hukumnya bagi Anda yang memiliki penyakit mag untuk makan sahur sebelum berpuasa, karena saat berpuasa lambung akan mengalami kekosongan selama hampir 14 jam. Makan sahur akan mencegah peningkatan asam lambung berlebih. Selain itu, sahur juga merupakan sumber energi bagi Anda untuk beraktivitas seharian.

3. Jangan tunda waktu berbuka puasa

Penderita mag disarankan untuk segera berbuka ketika waktunya tiba. Awali dengan minum air hangat dan hindari mengonsumsi teh pekat, kopi, dan air dingin. Karena deretan minuman tersebut dapat merangsang lambung.

4. Makan secukupnya

Kondisi lambung saat berpuasa dipenuhi oleh gas dan asam lambung. Oleh sebab itu, hindari makan berlebih saat berbuka. Jika Anda makan terlalu banyak, udara asam lambung akan menekan ke sisi-sisi lambung, sehingga menyebabkan lambung teregang. Hal ini dapat menyebabkan nyeri perut, begah, dan mual saat berbuka puasa. Jadi, makanlah secukupnya agar lambung dapat berkontraksi dengan normal.

5. Hati-hati dalam memilih menu sahur atau berbuka

Hindari menu sahur dengan makanan yang merangsang lambung seperti makanan pedas atau yang terlalu asam, makanan yang digoreng, serta yang menghasilkan gas seperti kol dan sajian bersantan. Untuk berbuka, Anda disarankan memilih makanan yang ringan dan manis seperti kurma. Begitu juga dengan minuman, jauhkan diri Anda dari minuman bersoda atau yang mengandung kafein.

SHARE