SHARE

istimewa

CARAPANDANG.COM - Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengimbau para pelaku usaha industri keuangan syariah untuk memanfaatkan layanan kredit digital dalam mengembangkan bisnisnya agar sektor ekonomi syariah di Indonesia dapat meningkat.

Ia menuturkan pertumbuhan kredit melalui platform digital hingga Agustus 2019 mencapai 105 persen secara year on year (yoy) sehingga diharapkan pelaku industri halal bisa turut memanfaatkan keberadaan platform perdagangan secara online (e-commerce) tersebut.

“Segmen e-commerce di Indonesia sedang tumbuh signifikan jadi kita bicara apapun platrom digital naiknya satu atau satu setengah kali setiap bulan,” katanya di Surabaya, Kamis.

Dody mengatakan melalui kolaborasi yang tercipta antara pelaku usaha dan e-commerce dapat membantu upaya pemerintah dalam menjadikan keuangan syariah sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru bagi perekonomian nasional.

Ia melanjutkan perkembangan industri keuangan syariah sekarang semakin didorong oleh banyaknya pertumbuhan industri halal seperti makanan halal, pariwisata halal, fesyen muslim, industri kreatif, pertanian terintegrasi, dan energi terbarukan.

Dody pun menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat secara kuantitas dan kualitas antara berbagai pihak seiring meningkatnya permintaan pada produk barang dan jasa yang sesuai dengan prinsip syariah, di antaranya wisata halal, kuliner, kosmetik, farmasi dan fesyen Islami.

Ia menjelaskan pada awal 2019 kontribusi aset industri keuangan syariah telah mencapai 8,71 persen dari total aset industri keuangan nasional atau sebesar Rp1.359 triliun.

Dari total aset industri tersebut, pasar modal syariah berkontribusi paling besar yaitu sebesar 56,2 persen, diikuti perbankan syariah sebesar 36,3 persen, dan industri keuangan nonbank syariah sebesar 7,5 persen.

Sedangkan untuk sektor pasar modal syariah, jumlah saham syariah saat ini telah mencapai 53,6 persen atau sebesar Rp3.834 triliun dari seluruh saham yang tercatat di pasar modal.
 

SHARE