SHARE

Pendidikan Guru Penggerak (Ditjen GTK)

CARAPANDANG.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mendorong Guru Penggerak menjadi pemimpin-pemimpin pendidikan di masa depan yang mewujudkan generasi unggul Indonesia. Peran pemerintah akan lebih fokus sebagai enabler yang memberdayakan ekosistem berbudaya inovasi.

Dukungan dari kepala daerah, dinas pendidikan, guru, praktisi dan organisasi pendidikan begitu penting dalam upaya mewujudkan ekosistem pendidikan yang berbudaya inovasi.

“Semoga program Pendidikan Guru Penggerak menjadi inspirasi, motivasi, akselerator untuk inovasi-inovasi yang berpusat kepada murid, yang berpusat kepada pembelajaran murid. Sehingga kualitas pembelajaran pendidikan Indonesia, sdm-sdm unggul yang kita harapkan, itu bisa semakin cepat kita lahirkan bersama-sama,” ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Iwan Syahril saat memberi kata sambutan pada peluncuran angkatan kedua, ketiga, dan keempat program Pendidikan Guru Penggerak, Selasa (13/10/2020).

Masing-masing Memegang Peran

Iwan menganalogikan peran dari berbagai stakeholder tersebut bagaikan filosofi tim sepak bola.

“Seperti halnya dalam sebuah tim sepak bola, kita memiliki peran dan tanggung jawab kita masing-masing. Tidak semua harus menjadi kiper, nanti siapa yang jadi penyerangnya. Enggak bisa semua jadi penyerang, striker. Kalau semua jadi striker, siapa yang jagain di belakang,” jelas Iwan Syahril.

“Kita punya peran, ada yang di belakang, ada di tengah, ada di depan, ada sayap kiri, ada di sayap kanan, ada juga yang di luar tim yang sedang bermain, tim pelatih, pemain cadangan, semuanya adalah sebuah ekosistem, tim yang bergerak bersama-sama menuju tujuan yang sama,” imbuhnya.

Tim pendidikan Indonesia ini memiliki tujuan menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada murid.

“Mudah-mudahan ekosistem pendidikan Indonesia, kita semua, memiliki peran masing-masing dan semakin kita mengharmonikan, mensikronisasi peran ini dengan tujuan utama,” ungkap Iwan.

“Kalau tim sepak bola itu mencetak gol, tim kita, tim pendidikan Indonesia tujuannya untuk anak-anak Indonesia, bagaimana mereka bisa untuk belajar semakin baik. Tujuannya bukan buat kita, tapi buat mereka. Mari kita jalankan peran kita dengan sebaik mungkin, dengan sehormat-hormatnya, dan semoga ini menjadi amal ibadah kita buat nanti, sebagai bekal di hari kemudian,” tambah Dirjen GTK Kemendikbud, Iwan Syahril.