Guru Diminta Siapkan Peserta Didik Menghadapi Revolusi Industri 4.0 Dan Society 5.0

SHARE

Ilustrasi


CARAPANDANG.COM - Sebagai rangkaian kegiatan memperingati Hari Guru Nasional (HGN), Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar melalui Subdirektorat Kesejahteraan, Penghargaan, dan Perlindungan (Kesharlindung) menyelenggarakan Simposium Guru Pendidikan Dasar Tahun 2019. Simposium tersebut dihelat di Hotel Swiss-Bellinn Kemayoran, Jakarta pada 28 November s.d. 1 Desember 2019.

Selepas salat Jumat, Abdorrakhman Gintings memberikan materi berjudul “Pemberdayaan Guru Menyongsong Era Industri 4.0”. Gintings yang berapi-api dalam memaparkan materi membuka bidak katanya dengan cara humor. “Saya berasal dari zaman kolonial. Itulah kenapa Tuhan menciptakan kematian untuk menarik mereka yang sudah expired,” tutur Gintings yang disambut tawa para peserta simposium.

Dosen di Universitas Islam Nusantara (UNINUS) ini lalu mengambil kalimat bijak dari Ali bin Abi Thalib yakni didiklah anak sesuai zamannya. Gintings juga berpesan agar para guru jangan membebani generasi berikutnya dengan ketidakmampuan guru dalam mengajar. “Jangan batasi murid sebatas yang kamu tahu. Jangan menjadi guru yang sudah usang. Alih-alih mendapatkan pahala, malah membuat dosa,” tutur Abdorrakhman Gintings.

Abdorrakhman Gintings juga membeberkan sejumlah konsep seperti Internet of Things, Big Data. Hal tersebut diantaranya berpengaruh terhadap perubahan struktur pekerja. “Pendidikan menyiapkan murid untuk hidup, bisa bekerja. Jokowi ingin mendigitalkan bangsa ini, maka ia memilih Mas Menteri zaman sekarang yang siap mengantarkan Indonesia menghadapi revolusi industri 4.0 dan society 5.0,” jelas Abdorrakhman Gintings.