SHARE

Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar (istimewa)

CARAPANDANG.COM – Indonesia diprediksikan segera memasuki tatanan dunia baru dan membentuk sejarah peradaban yang besar atau “The Great Society” yang lebih berkeadilan, berintegritas, berdisiplin, serta ramah terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Tatanan masyarakat baru Indonesia yang besar ini juga akan mendorong roda perekonomian nasional menjadi lebih adil, mengikis ruang gerak para mafia ekonomi dan golongan sejenisnya. Termasuk mendorong perilaku atau praktik politik yang lebih bermartabat dan prorakyat serta inklusif," kata anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Marwan Jafar dalam keterangannya, Selasa (19/5/2020).

Menteri Desa-PDTT periode 2014-2016 itu menilai saat ini diperlukan penyiapan komitmen kuat untuk mewujudkan beberapa strategi mendasar di bidang sosial, ekonomi, politik, dan budaya baru pascapandemi COVID-19.

Marwan yang merupakan politisi dari F-FKB ini juga menekankan pentingnya mempertahankan sikap optimisme, disiplin, kerja keras, dan kegotongroyongan masyarakatnya.

“Tak kalah penting, jangan sampai ada pihak-pihak yang mencoba mengeruk keuntungan di tengah keprihatinan sosial dan ekonomi saat ini,” katanya.

Ia menegaskan sejumlah strategi mendasar tersebut harus meliputi gagasan-gagasan di antaranya penegakan keadilan dan hukum (do justice) secara konsisten oleh jajaran pemerintah terkait aturan kebijakan maupun prosedur penanganan COVID-19.

Hal kedua yang juga diperlukan adalah mewujudkan kesejahteraan sosial (social prosperity) di seluruh lapisan warga masyarakat Indonesia mesti dilakukan secara lebih masif, konsekuen, dan sistematis.

"Ketiga, menjalani pandemi COVID-19 seperti mewajibkan atau memandatkan pemerintah  agar mengikuti atau menganut sebuah ideologi baru khususnya pada bidang ilmu pengetahuan, pengalaman, dan teknologi sebagai jalan keluar konkrit terkait banyak masalah atau bidang-bidang kehidupan yang dihadapi manusia,” katanya.

Keempat, Indonesia diharapkan juga mampu mendorong tatanan sosial baru (“new social order”) dengan kohesi sosial yang lebih kuat, lebih akrab lingkungan, lebih manusiawi, serta tetap bersemangat menjalani atau menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya memanfaatkan momentum untuk memperbesar investasi di bidang kesehatan, terutama sektor penelitian atau farmasi. Berikut investasi pada industri bioteknologi yang berorientasi menopang kesejahteraan rakyat di masa depan.

Langkah selanjutnya ia menyarankan upaya mewujudkan transformasi atau menata kembali ekosistem perekonomian nasional yang lebih inklusif, baik di sektor ekonomi riil, ekonomi kreatif, industri, perdagangan, sektor keuangan, serta perpajakan.

“Ke depan diperlukan semacam lompatan kebijakan untuk memulihkan kondisi ekonomi dan sosial yang terdampak pandemi COVID-19,” katanya.

Hal yang dapat dilakukan yakni menghindari kebocoran APBN hingga kebijakan negara yang berpotensi merugikan apalagi sampai berdampak hukum.

Di sisi lain masyarakat juga harus didorong agar terus saling sinergi dan bersolidaritas sekaligus mempercayai dan meyakini penguatan nilai-nilai demokrasi yang lebih harmonis, sinergis, dan substantif.

“Solidaritas solidaritas sosial dan kegotongroyongan masyarakat akan membentuk kesalehan sosial yang memperkuat karakter maupun pembangunan nasional menuju kematangan berbangsa secara bermartabat,” katanya.