SHARE

Istimewa

CARAPANDANG.COM - Kasus suap pergantian antar waktu (PAW), yang menyeret nama Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristianto bisa menjadi bola liar. Dan yang dirugikan dari kasus ini adalah PDIP sendiri. 

Hal ini disampaikan akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang di Kupang, Senin (13/1). 

Maka itu dia menyarankan agar PDIP bisa meluruskan kasus ini agar tidak menjadi bola liar sehingga bisa merugikan PDIP sendiri, apalagi ini menjelang Pilkada serentak 2020.

Atang menjelaskan PDIP sebagai partai papan atas menurutnya memiliki kepentingan untuk memenangkan figurnya yang diusung pada pilkada mendatang. Dan PDIP memiliki infrastruktur politik sampai ke desa. Ini yang memudahkan  PDIP bisa memobilisasi dukungan rakyat untuk mendukung kandidat yang diusung. 

Namun dia mengingtakan dalam politik, sekecil apapun kesalahan yang dibuat oleh struktur partai akan membangun image publik, karena dalam politik dukungan publik sangat tergantung kepada persepsinya terhadap figur, partai dan program.

Dan saat ini menurutnya persepsi publik sedang tertuju kepada PDIP terkait kasus OTT komisioner KPU yang menyeret Sekjen PDI Perjuangan.  Atang menambahkan kasus OTT jika benar, lebih bersifat strukturalis institusional dan berdiri sendiri, sedangkan pilkada lebih bersifat figuritas lokalis.

Namun dalam politik, satu konten bisa dihubungkan dengan konten yang lain, dan begitu juga satu konteks bisa didorong ke konteks yang lain. Karena itu, PDI Perjuangan harus membersihkan kasus ini agar tidak menjadi bola liar menjelang pilkada serentak mendatang, yang merugikan partai itu sendiri, jelasnya. 

Tags
SHARE