SHARE

istimewa

CARAPANDANG.COM - Anggota Komisi IX bidang Kesehatan dan Kesejahteraan DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Lucy Kurniasari, menyatakan pembagian paket sembako bantuan dari Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) kepada warga Kota Surabaya, Jawa Timur, bersifat sosial dan bukan terkait politik atau pilkada.

"Jadi, pembagian paket BPT (Bantuan Pangan Tambahan) dan sembako semata bersifat sosial. Siapa saja, warga kota Surabaya yang memenuhi kriteria terdampak COVID-19 akan mendapatkan bantuan paket itu," kata Lucy Kurniasari di Surabaya, Jumat.

Sebagai anggota DPR RI yang berangkat dari Dapil Jatim I (Surabaya-Sidoarjo), Lucy menyalurkan paket BPT BNPB sebanyak 10 ribu paket yang diperuntukkan warga terdampak di masa pandemi COVID-19.

Lucy menjelaskan jika Kementerian Kesehatan juga memberi bantuan 20 ribu paket BPT. "Paket BPT untuk meningkatkan daya tahan tubuh bagi tenaga kesehatan dan non tenaga kesehatan," kata Ketua Lucy yang Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya ini.

Selain itu, Lucy mengaku dirinya juga membagikan 50 ribu paket sembako selama pandemi COVID-19 untuk warga terdampak di Surabaya di masa pandemi COVID-19.

"Saya sebagai Anggota DPR RI, menyalurkan bantuan tersebut kepada warga Surabaya yang benar-benar terdampak, seperti warga yang kehilangan pekerjaan atau yang dirumahkan," kata Lucy.

Selain itu, kata dia, bantuan itu juga diberikan kepada warga yang benar-benar tidak mampu dengan tujuan agar beban berat warga terdampak COVID-19 dapat berkurang..

"Yang pasti, saya tidak pernah membedakan warga Surabaya, apapun aliran politiknya. Selama memenuhi kriteria terdampak COVID-19, saya minta untuk diberikan bantuan paket tersebut," katanya.

Karena dalam jumlah yang banyak, lanjut dia, maka pembagian paket tersebut didistribusikan melalui relawan dan kader partai yang tersebar di 31 kecamatan, sehingga paket bantuan itu benar-benar bisa tepat sasaran dan merata di Surabaya," kata Ning Surabaya tahun 1986 ini.

"Para relawan dan kader baru diberi bantuan paket itu setelah menunjukkan data warga yang terdampak COVID-19. Jadi distribusi bantuan tersebut bisa kita kontrol dengan muda," katanya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Surabaya sebelumnya menerima laporan adanya penyalahgunaan paket bantuan dari BNPB kepada warga yang dinilai menguntungan pasangan calon wali kota dan wakil wali kota tertentu menjelang Pilkada Surabaya.

"Kami masih mengkaji unsur dugaan pelanggarannya. Masih kami dalami," ujar Ketua Bawaslu Surabaya Muhammad Agil Akbar.

Salah seorang warga Surabaya, Albert Kurniawan mengaku resah dengan adanya info, berita, dan foto bahwa ada paket bantuan dari BNPB diduga digunakan untuk kampanye calon tertentu sehingga melaporkannya ke Bawaslu Surabaya.

Seperti diketahui, beredar viral foto-foto paket bantuan BNPB diduga digunakan untuk kepentingan kampanye Pasangan Calon Wali Kota-Wakil Wali Kota Surabaya Nomor Urut 2, Machfud Arifin dan Mujiaman.

Bahkan di sejumlah percakapan grup WhatsApp di Surabaya beredar dua foto yakni foto satu truk besar yang mengangkut paket bantuan BNPB dan foto kedua terdapat tiga orang memakai kaus kampanye Machfud Arifin dan Mujiaman tengah membawa paket bantuan tersebut sembari mengacungkan salam dua jari, yang merujuk pada nomor urut paslon Machfud-Mujiaman.

Diketahui Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Armuji. Paslon nomor urut 01 tersebut diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI. Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 02 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo.

Tags
SHARE