SHARE

Istimewa

CARAPANDANG.COM - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta kepada pemerintah Indonesia agar mencontoh ketegasan dan kecepatan  pemerintah Vietnam dalam menghadapi wabah Covid-19 sehingga bisa mengontrol potensi penyebaran virus sejak dini. 

Meskipun Vietnam merupakan negara yang berbatasan langsung dengan Tiongkok mereka mampu menyelamatkan jiwa warganya, hingga tidak ada angka kematian yang disebabkan oleh Virus Corona. 

"Negara Vietnam yang berpenduduk 97 juta jiwa itu mencatatkan 300 kasus positif COVID-19 dan nol kematian, meski negara itu berbatasan langsung dengan Tiongkok," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Senin (18/5).

Belajar dari Vietnam, maka pemerintah Indonesia harus benar-benar ketat dalam kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah dijalani. Jangan sampai ada pelonggaran PSBB sampai benar-benar angka penyebarannya menurun drastis. 

"Saya melihat di sejumlah pemberitaan banyak pihak sudah merencanakan tata kehidupan baru yang mengarah pada pelonggaran kebijakan setelah Idul Fitri, di tengah masih bertambahnya kasus positif COVID-19,"ujarnya. 

Rerie mangatakan jika menurut syarat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) negara yang bersiap melonggarkan kebijakan harus terlebih dulu mampu mengendalikan wabah, berdasarkan data epidemiologi yang terukur. Dia menjelaskan, persyaratan lain dari WHO, yaitu negara harus bisa mengidentifikasi pusat penularan dan klasternya, lalu mengisolasi kontak berisiko.

"Pertanyaannya apakah negara kita sudah memenuhi persyaratan itu semua, di kala kasus positif Covid-19  terus bertambah?," ujarnya.

Padahal apabila melihat pertambahan jumlah pasien positif Covid-19  di Indonesia masih fluktuatif, bahkan berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pada 13 Mei lalu, terjadi pertambahan tertinggi jumlah positif, yakni 689 orang. Kemudian pada rentang waktu 14-17 Mei 2020 pertambahannya fluktuatif, antara 400 hingga 560 kasus positif COVID-19 per hari. 

Maka itu, dia mempertanyakan adanya wacana pelonggaran kebijakan PSBB akhir-akhir ini, seperti rencana pelajar mulai masuk sekolah pada Juli 2020, kemudian pekerja di bawah usia 45 tahun bisa beraktivitas kembali, bahkan pusat perbelanjaan direncanakan mulai buka pada awal Juni 2020.

Tags
SHARE