SHARE

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono (istimewa)

CARAPANDANG.COM - Pemerintah akan melakukan pengawasan di rumah sakit di seluruh Indonesia sebagai tindakan pencegahan terhadap wabah pneumonia misterius yang telah membuat puluhan orang sakit di China tengah sejak akhir Desember tahun lalu.

Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono mencatat dalam sebuah pernyataan di sini pada hari Rabu bahwa kementerian telah menugaskan para pejabat di semua fasilitas kesehatan di Indonesia untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap kemungkinan penyakit baru pneumonia akibat virus.

“Kementerian telah menginstruksikan rumah sakit untuk melakukan deteksi dini, pencegahan, dan respon cepat bagi pasien yang terbukti memiliki gejala pneumonia yang serupa dengan kasus di Wuhan, China. Pemerintah akan mengadopsi langkah-langkah yang diperlukan untuk menawarkan perawatan medis dan karantina pasien bersama dengan melakukan penyelidikan untuk mencegah wabah,” katanya.

Kementerian juga telah menginstruksikan semua pemangku kepentingan untuk mencegah penyebaran virus yang tidak diketahui melalui penumpang asing, termasuk dari China, melalui bandara, pelabuhan, dan pos lintas batas, dengan mengaktifkan pemindai termal tubuh.

Kementerian terus memantau perkembangan pengujian laboratorium pada pasien dengan pneumonia untuk menyiapkan tindakan yang diperlukan di Indonesia. Sebanyak 59 kasus pneumonia virus yang tidak diketahui telah dilaporkan di kota Wuhan, Cina tengah, dengan tujuh pasien dalam kondisi kritis.

Semua pasien menjalani perawatan di karantina, dan tidak ada kematian yang dilaporkan. Wabah itu terungkap pada akhir Desember dan memicu kekhawatiran di China tentang kemungkinan kebangkitan SARS, penyakit pernapasan virus akut yang pertama kali dilaporkan di negara itu pada tahun 2002 yang menyebabkan pandemi yang merobek seluruh Asia.

Namun, pihak berwenang Wuhan telah mengecualikan kemungkinan SARS, sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS), dan flu burung. Menurut komisi kesehatan Wuhan, beberapa pasien dipekerjakan di pasar makanan laut di kota yang juga menjual hewan hidup lainnya, termasuk burung, kelinci, dan ular. Belum ada bukti nyata penularan penyakit ini dari manusia ke manusia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memonitor kasus ini di Wuhan.