SHARE

carapandang.com

CARAPANDANG.COM - Kalau ditanya alasan seseorang diet, biasanya ia akan mengatakan ingin kurus agar tubuhnya ideal. Padahal, itu bukanlah indikator utama berat badan ideal, lo! Agar tak salah kaprah, mari ketahui seperti apa tanda berat badan ideal.

Dilansir dari Times of India, tanda berat badan ideal tak melulu soal angka timbangan. Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan. Apa saja?

Memiliki cadangan energi dan berat badan stabil

Tanda seseorang yang berat badannya ideal adalah selalu berenergi tanpa bergantung harus pada kafein atau minuman berenergi. Temuan ini didapat dari sebuah studi yang dilakukan Penn State College of Medicine yang melibatkan 1.300 peserta. 

Orang yang memiliki berat badan ideal biasanya lebih jarang mengantuk di siang hari ketimbang mereka yang obesitas. Tak hanya itu, berat badan yang ideal juga cenderung stabil karena tubuh telah cocok atau menyukai kondisi tersebut. 

Jadi, jika selama ini berat badan masih naik turun, kemungkinan besar angka yang Anda targetkan tidak ideal. Sebaliknya, jika berat badan Anda cenderung stabil tanpa melakukan diet atau olahraga yang berlebihan, itu berarti angka yang dicapai sudah cocok untuk tubuh secara keseluruhan. 

Menentukan indeks massa tubuh dan kadar lemak

Mereka yang diet ketat bahkan ekstrem tak jarang mematok target yang tidak masuk akal. Bukannya ideal, yang didapatkan justru tubuh yang terlalu kurus dan bikin lemas.

Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BmedSc, MSc, dari KlikDokter, untuk menentukan target berat badan, Anda harus menggunakan penghitungan indeks massa tubuh (IMT). 

“IMT digunakan untuk mengestimasikan apakah seseorang memiliki berat badan yang normal, lebih, atau kurang, bergantung dari tinggi badan orang tersebut. Misalnya, tinggi badan 165 cm dan berat badan 45 kilogram. Maka, 45 kilogram dibagi hasil dari 1,65 x 1,65 (2,7). Hasilnya menjadi 16,5,” jelasnya.

Nah, untuk ras Asia-Pasifik, jumlah yang bisa dijadikan patokan untuk menentukan kondisi berat badan, antara lain:

  • IMT kurang dari 18,5 berarti berat badan masih kurang alias terlalu kurus
  • IMT berkisar antara 18,5 - 22,9 berarti berat badan Anda ideal
  • IMT berkisar antara 23 - 24,9 berarti Anda kelebihan berat badan 
  • IMT lebih dari 25 menandakan Anda obesitas grade 1
  • IMT lebih dari 30 menandakan Anda obesitas grade 2

Cara menghitung body fat percentage

Meski demikian, penghitungan secara IMT belum bisa membedakan proporsi lemak dan otot pada tubuh. Karena itu, agar perhitungan lebih tepat, Anda dapat melakukan penghitungan kandungan lemak dalam tubuh (body fat percentage).

Body fat percentage dinilai lebih akurat dalam mengukur risiko seseorang mengalami berbagai penyakit, termasuk diabetespenyakit jantung, dan sebagainya,” kata dr. Nitish. 

Perlu diketahui bahwa wanita dapat dikatakan obesitas jika kadar lemak di dalam tubuh sudah melebihi 32 persen, sedangkan pada pria adalah 26 persen. 

Lemak alami yang dimiliki tubuh sekitar 10-12 persen pada wanita dan 2-4 persen pada pria. Cara menghitungnya adalah seperti ini:

  • Wanita: (1,20 x IMT) + (0,23 x usia) - 5,4
  • Pria: (1,20 x IMT) + (0,23 x usia) -10,8 - 5,4
Misalnya, Anda wanita berusia 26 tahun dan memiliki tinggi badan 168 cm. Maka, IMT Anda berjumlah 21,4. Jika dimasukkan ke dalam rumus di atas, jumlah perkiraan kandungan lemak adalah 26,26 persen. Karena angka tersebut berada di bawah 32 persen, maka wanita tersebut tidak obesitas.

Denyut jantung per menit

Sebagai tambahan, denyut jantung per menit juga bisa menandakan apakah berat badan Anda sudah ideal atau belum. Jumlah normal detak jantung adalah 60-100 denyut per menit. Apabila hitungannya lebih atau kurang, itu menandakan bahwa berat badan kurang sesuai dan Anda punya penyakit tertentu.

Cek lingkar pinggang

Terakhir, ukuran lingkar pinggang juga bisa menjadi tanda berat badan ideal. Pada pria, lingkar pinggang yang ideal adalah kurang dari 100 cm, sedangkan pada wanita kurang dari 80 cm.

Itulah tanda-tanda berat badan ideal, yang lebih dari sekadar angka timbangan (komentar orang-orang di sekitar). Bila ingin mendapatkan hasil terbaik dari program diet, konsultasikan kepada dokter atau ahli gizi. Hitung target dengan penghitungan di atas, makan dalam jumlah kalori yang ditentukan, dan pertahankan berat badan ideal dengan asupan tinggi protein, serat, serta olahraga rutin.

SHARE